Wamendag beberkan 3 masalah kedelai RI
Kamis, 26 Juli 2012 - 15:02 WIB
Wamendag beberkan 3 masalah kedelai RI
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengungkapkan tiga poin permasalahan kedelai di Indonesia. Kondisi ini menurutnya cukup berat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sepenuhnya.
Pertama, Bayu menuturkan turunnya produktivitas kedelai dari tahun ketahun. Padahal dianggap persoalan produktifitas merupakan hal yang sangat fundamental. Diketahui tahun 2011 turun produksi sebesar enam persen dan 2012 turun sebesar delapan persen.
"Ini kondisi berat bagi kita, kedelai itu tanaman subtropis bukan tropis. Jadi belum-belum produktivitasnya sudah kalah dibanding di sana (Amerika)," ucap Bayu dikantornya, Jakarta, Kamis (26/7/2012).
Kemudian dari sisi kualitas, Bayu mengatakan ukuran kedelai yang sangat kecil. Apalagi jika dibandingkan dengan produksi Amerika, Argentina dan Brazil. Sedangkan yang ketiga adalah persoalan lahan yang bersaing dengan jagung dan tebu.
"Kedelai itu rebutan lahan dengan jagung dan tebu, jadi kalau naikan kedelai jagungnya turun, kalau naikin jagung tebungnya turun, kaya orang pakai sarung tarik ke atas bawah kelihatan, tarik ke bawah atas kelihatan, ini yang sedang kita pahami," jelasnya.
Maka dari itu, menurutnya hingga saat ini mesti diterima kedelai masih impor 60 persen. Sehingga, ketika harga dunia melonjak, maka dampaknya akan seperti saat ini.
Pertama, Bayu menuturkan turunnya produktivitas kedelai dari tahun ketahun. Padahal dianggap persoalan produktifitas merupakan hal yang sangat fundamental. Diketahui tahun 2011 turun produksi sebesar enam persen dan 2012 turun sebesar delapan persen.
"Ini kondisi berat bagi kita, kedelai itu tanaman subtropis bukan tropis. Jadi belum-belum produktivitasnya sudah kalah dibanding di sana (Amerika)," ucap Bayu dikantornya, Jakarta, Kamis (26/7/2012).
Kemudian dari sisi kualitas, Bayu mengatakan ukuran kedelai yang sangat kecil. Apalagi jika dibandingkan dengan produksi Amerika, Argentina dan Brazil. Sedangkan yang ketiga adalah persoalan lahan yang bersaing dengan jagung dan tebu.
"Kedelai itu rebutan lahan dengan jagung dan tebu, jadi kalau naikan kedelai jagungnya turun, kalau naikin jagung tebungnya turun, kaya orang pakai sarung tarik ke atas bawah kelihatan, tarik ke bawah atas kelihatan, ini yang sedang kita pahami," jelasnya.
Maka dari itu, menurutnya hingga saat ini mesti diterima kedelai masih impor 60 persen. Sehingga, ketika harga dunia melonjak, maka dampaknya akan seperti saat ini.
(and)
Lihat Juga :