Pasokan kedelai aman, cuma mahal
Kamis, 26 Juli 2012 - 17:33 WIB
Pasokan kedelai aman, cuma mahal
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurti menuturkan pasokan kedelai hingga tiga bulan kedepan terhitung cukup. Sehingga, walaupun harga dunia melonjak, masyarakat Indonesia masih tetap bisa menikmati makanan olahan dari kedelai, seperti tahu ataupun tempe.
"Kedelai stoknya cukup, tiga bulan kedepan, memang harganya mahal. Sekitar perbulan disediakan 150-200 ribu ton per bulan," ujar Bayu kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (26/7/2012).
Dia menjelaskan, pasokan kedelai yang tersedia tersebar di beberapa kota yang merupakan sumber olahan kedelai. Maka dari itu dirinya memastikan, kenaikan harga kedelai yang terjadi, disebabkan harga dunia ikut melonjak. "Jadi gak ada persoalan pasokan di Indonesia," lengkapnya.
Sebelumnya, Bayu mengungkapkan tiga poin permasalahan kedelai di Indonesia. Kondisi ini menurutnya cukup berat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sepenuhnya.
Pertama, Bayu menuturkan turunnya produktivitas kedelai dari tahun ke tahun. Padahal dianggap persoalan produktifitas merupakan hal yang sangat fundamental. Diketahui tahun 2011 turun produksi sebesar enam persen dan 2012 turun sebesar delapan persen.
"Ini kondisi berat bagi kita, kedelai itu tanaman subtropis bukan tropis. Jadi belum-belum produktivitasnya sudah kalah dibanding di sana (Amerika)," ucap Bayu.
Kemudian dari sisi kualitas, Bayu mengatakan ukuran kedelai yang sangat kecil. Apalagi jika dibandingkan dengan produksi Amerika, Argentina dan Brazil. Sedangkan yang ketiga adalah persoalan lahan yang bersaing dengan jagung dan tebu.
"Kedelai stoknya cukup, tiga bulan kedepan, memang harganya mahal. Sekitar perbulan disediakan 150-200 ribu ton per bulan," ujar Bayu kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (26/7/2012).
Dia menjelaskan, pasokan kedelai yang tersedia tersebar di beberapa kota yang merupakan sumber olahan kedelai. Maka dari itu dirinya memastikan, kenaikan harga kedelai yang terjadi, disebabkan harga dunia ikut melonjak. "Jadi gak ada persoalan pasokan di Indonesia," lengkapnya.
Sebelumnya, Bayu mengungkapkan tiga poin permasalahan kedelai di Indonesia. Kondisi ini menurutnya cukup berat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sepenuhnya.
Pertama, Bayu menuturkan turunnya produktivitas kedelai dari tahun ke tahun. Padahal dianggap persoalan produktifitas merupakan hal yang sangat fundamental. Diketahui tahun 2011 turun produksi sebesar enam persen dan 2012 turun sebesar delapan persen.
"Ini kondisi berat bagi kita, kedelai itu tanaman subtropis bukan tropis. Jadi belum-belum produktivitasnya sudah kalah dibanding di sana (Amerika)," ucap Bayu.
Kemudian dari sisi kualitas, Bayu mengatakan ukuran kedelai yang sangat kecil. Apalagi jika dibandingkan dengan produksi Amerika, Argentina dan Brazil. Sedangkan yang ketiga adalah persoalan lahan yang bersaing dengan jagung dan tebu.
(gpr)
Lihat Juga :