SBY tagih laporan kebijakan fiskal dari Kemenkeu

Jum'at, 27 Juli 2012 - 15:57 WIB
SBY tagih laporan kebijakan...
SBY tagih laporan kebijakan fiskal dari Kemenkeu
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta laporan Menteri Keuangan Agus Martowardojo terkait persoalan kebijakan fiskal. Laporan tersebut disampaikan dalam rapat kabinet terbatas yang diselenggarakan di Kementerian Keuangan dan dihadiri oleh para Kementerian urusan ekonomi lainnya.

"Sekarang kita lanjutkan untuk membahas persoalan Kebijakan Fiskal yang sekaligus kita kaitkan dengan perpajakan serta bea dan cukai," kata SBY dalam pidato pembukaan, Jakarta, Jumat (27/7/2012)

Menurutnya, Pajak dan Bea dan cukai bukan hanya penting sebagai sumber penerimaan negara. Dilihat dari keseluruhan, sistem perpajakan dan sistem kepabeaan, jika terlaksana baik maka dapat berdampak pada perekonomian nasional serta juga berkeadilan. Akan tetapi jika tidak, maka juga akan sangat berpengaruh langsung bagi penerimaan negara bahkan pada perekonomian nasional. "Maka itu saya beri atensi khusus untuk manajemen kebijakan fiskal," tegasnya.

Sebelumnya, SBY beserta Wakil Presiden Budiono telah menyelenggarakan agenda yang sama di Kementerian Perindustrian. Namun, pembahasan lebih difokuskan pada tiga sektor, yaitu perindistrian, perdagangan dan penanaman modal.

Pada rapat itu, juga terlihat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Maria Elka Pangestu, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri PPN Armida Alisjabana dan Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini serta Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
50 menit yang lalu
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
1 jam yang lalu
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
1 jam yang lalu
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
2 jam yang lalu
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved