SBY: JSS = Jalan Santai-Santai
Jum'at, 27 Juli 2012 - 20:36 WIB
SBY: JSS = Jalan Santai-Santai
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ungkapkan beberapa hal terkait polemik yang terjadi pada pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS). Walaupun terlihat bingung, SBY ungkapkan guyonan ringan ketika hal ini ditanyakan para wartawan.
"Karena banyak singkatan saya jadi tidak hafal, banyak singkatan, Jalan Santai-Santai juga JSS," ungkap SBY seusai Rapat Kabinet Terbatas (Ratas) di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/7/2012).
Saat ini, dirinya mengakui sedang menunggu laporan dari para menteri terkait dengan proyek tersebut. Meski sudah terdengar lama persoalan ini, tapi SBY masih belum mengerti jelas duduk permasalaahan mengapa proyek tersebut masih menjadi polemik saat ini.
Adanya perdebatan mengenai dasar hukum JSS yaitu Peraturan Presiden No 86 Tahun 2011 yang menjadi perdebatan saat ini, menurutnya, hal tersebut dapat dicarikan solusi terbaik.
Dirinya menuturkan, semua peraturan baik yang dikeluarkan dapat disesuaikan, ketika dinilai salah tafsir atau kurang detail penjelasannya. Maka dari itu, SBY menilai permasalahan ini bukanlah hal yang besar.
"Saya minta laporan dari menteri-menteri dan sejumlah menteri terkait, apakah bersedia mengubah atau tidak," tambahnya.
Terlepas dari segala polemik yang terjadi, SBY menegaskan, pembangunan JSS merupakan ide yang baik untuk segera direalisasikan. Khususnya guna memicu pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepannya.
Pasalnya, sesuai dengan road map pembangunan infrastruktur pemerintah yaitu menghubungkan antara satu pulau dengan pulau lainnya. Sehingga dapat mempermudah kegiatan ekonomi yang dilakukan.
"Ide bangun jembatan Malaysia Indonesia, saya tidak setuju. Mari kita koneksikan di dalam negeri dulu," pungkasnya.
"Karena banyak singkatan saya jadi tidak hafal, banyak singkatan, Jalan Santai-Santai juga JSS," ungkap SBY seusai Rapat Kabinet Terbatas (Ratas) di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/7/2012).
Saat ini, dirinya mengakui sedang menunggu laporan dari para menteri terkait dengan proyek tersebut. Meski sudah terdengar lama persoalan ini, tapi SBY masih belum mengerti jelas duduk permasalaahan mengapa proyek tersebut masih menjadi polemik saat ini.
Adanya perdebatan mengenai dasar hukum JSS yaitu Peraturan Presiden No 86 Tahun 2011 yang menjadi perdebatan saat ini, menurutnya, hal tersebut dapat dicarikan solusi terbaik.
Dirinya menuturkan, semua peraturan baik yang dikeluarkan dapat disesuaikan, ketika dinilai salah tafsir atau kurang detail penjelasannya. Maka dari itu, SBY menilai permasalahan ini bukanlah hal yang besar.
"Saya minta laporan dari menteri-menteri dan sejumlah menteri terkait, apakah bersedia mengubah atau tidak," tambahnya.
Terlepas dari segala polemik yang terjadi, SBY menegaskan, pembangunan JSS merupakan ide yang baik untuk segera direalisasikan. Khususnya guna memicu pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepannya.
Pasalnya, sesuai dengan road map pembangunan infrastruktur pemerintah yaitu menghubungkan antara satu pulau dengan pulau lainnya. Sehingga dapat mempermudah kegiatan ekonomi yang dilakukan.
"Ide bangun jembatan Malaysia Indonesia, saya tidak setuju. Mari kita koneksikan di dalam negeri dulu," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :