Keseriusan pemerintah dalam kedaulatan pangan, nothing
Sabtu, 28 Juli 2012 - 13:34 WIB
Keseriusan pemerintah dalam kedaulatan pangan, nothing
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Indef, Enny Sri Hartati menilai pengeluaran anggaran oleh pemerintah untuk bahan pangan sangat tidak jelas. Bahkan, terlihat dengan beberapa kasus bahan pangan yang tidak terselesaikan, menunjukkan tidak adanya hasil dari anggaran yang dinilai cukup besar itu.
"Anggaran tidak jelas, hanya casingnya saja untuk rakyat dan petani tapi mereka tidak menikmati, lihat saja sekarang hasilnya tidak jelas," ungkapnya pada acara Polemik Sindoradio "Memble Tanpa Kedelai" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (28/7/2012).
Padahal, nilai subsidi pangan sesuai APBN 2012 sebesar Rp11 triliun, kemudian ditambah dengan subsidi pupuk yang sebesar Rp15 triliun. Akan tetapi, menurutnya implementasi juga tidak jelas, apakah ke petani ataupun ke pihak mana. Anggaran, mestinya harus sampai di ujung tombak, yaitu petani.
"Kita pertanyakan apa hasilnya? Gak ada hasil yang nyata dari besarnya anggaran digelontorkan, coba kalau untuk memenuhi kebutuhan petani, kan lebih bagus," jelasnya.
Dia menambahkan, pemerintah harus berupaya untuk mendukung percepatan produksi bahan pangan kedepannya. Sektor-sektor pendukung, seperti infrastruktur juga harus ditingkatkan.
Dirinya menegaskan, percuma pemerintah bercita-cita untuk mencapai kedaulatan pangan, jika tidak diikuti dengan kesejahteraan petani. Impor yang melimpah saat ini, merupakan pengganggu kesejahteraan petani. "Apabila kita ingin kedaulatan pengan tanpa ikut mensejahterakan petani itu, nothing," pungkasnya.
"Anggaran tidak jelas, hanya casingnya saja untuk rakyat dan petani tapi mereka tidak menikmati, lihat saja sekarang hasilnya tidak jelas," ungkapnya pada acara Polemik Sindoradio "Memble Tanpa Kedelai" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (28/7/2012).
Padahal, nilai subsidi pangan sesuai APBN 2012 sebesar Rp11 triliun, kemudian ditambah dengan subsidi pupuk yang sebesar Rp15 triliun. Akan tetapi, menurutnya implementasi juga tidak jelas, apakah ke petani ataupun ke pihak mana. Anggaran, mestinya harus sampai di ujung tombak, yaitu petani.
"Kita pertanyakan apa hasilnya? Gak ada hasil yang nyata dari besarnya anggaran digelontorkan, coba kalau untuk memenuhi kebutuhan petani, kan lebih bagus," jelasnya.
Dia menambahkan, pemerintah harus berupaya untuk mendukung percepatan produksi bahan pangan kedepannya. Sektor-sektor pendukung, seperti infrastruktur juga harus ditingkatkan.
Dirinya menegaskan, percuma pemerintah bercita-cita untuk mencapai kedaulatan pangan, jika tidak diikuti dengan kesejahteraan petani. Impor yang melimpah saat ini, merupakan pengganggu kesejahteraan petani. "Apabila kita ingin kedaulatan pengan tanpa ikut mensejahterakan petani itu, nothing," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :