Semester I, BCA bukukan laba bersih Rp5,3 T
Senin, 30 Juli 2012 - 18:20 WIB
Semester I, BCA bukukan laba bersih Rp5,3 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih sebesar Rp5,3 triliun pada semester I 2012. Pencapaian itu tumbuh sebesar 10,5 persen jika dilihat secara year on year (yoy). Kemudian, rasio kecukupan modal (CAR) tercatat mencapai 14,7 persen dan endapatan bunga bersih tumbuh 14,4 persen secara yoy menjadi Rp9,2 triliun yang didukung dengan pertumbuhan kredit.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmadja mengatakan, hasil ini merupakan kinerja yang memuaskan. Kemudian, lingkungan yang kondusif serta rendahnya tingkat suku bunga yang telah mendorong tingginya permintaan kredit perbankan, baik untuk kebutuhan nasabah individu maupun nasabah bisnis.
"Pertumbuhan portofolio kredit BCA yang signifikan senantiasa ditopang oleh aktivitas kredit yang sehat serta pengolahan risiko yang kokoh. Kemudian ekspansi kredit dan penyediaan layanan transaksi perbankan diharapkan akan tetap mendukung profitabilitas BCA di tengah lingkungan yang kompetitif," ujar Jahja dalam konferensi pers di Hotel Kempinsky, Jakarta, Senin (30/7/2012).
Kemudian, total aktiva hingga akhir semester awal ini meningkat cukup signifikan 20,2 persen secara yoy menjadi Rp408,6 triliun. Pertumbuhan kredit juga meningkat signifikan diseluruh segmen yaitu sebesar 41,5 persen yoy. Portofolio kredit tumbuh menjadi Rp226 triliun dari Rp159,707 triliun pada periode yang sama di tahun lalu.
Sedangkan peningkatan kredit didukung oleh meningkatnya kredit konsumer lebih dari 50 persen secara yoy menjadi Rp60 triliun terutama didorong oleh pertumbuhan portofolio kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 73,5 persen yoy menjadi Rp36,5 triliun. Kredit kendaraan bermotor (KKB) tumbuh 24,4 persen secara yoy menjadi Rp18,1 triliun sedangkan outstanding kartu kredit meningkat 25,1 persen yoy menjadi Rp5,5 triliun pada akhir Juni 2012.
Pada kredit korporasi tumbuh 42,6 persen yoy mencapai Rp77,3 triliun pada akhir Juni 2012. Pertumbuhan yang tinggi antara lain terlihat pada sektor industri Jasa Keuangan; Perkebunan & Pertanian dan rokok & tembakau. Pada periode yang sama, kredit komersial dan UKM mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 35 persen yoy mencapai Rp88,7 triliun.
"Kuatnya pertumbuhan kredit telah mendorong rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) menjadi 65,5 persen, rasio kredit bermasalah (NPL) sempat dijaga pada level yang rendah sebesar 0,5 persen yang merupakan cermin dari kualitas kredit yang baik," jelasnya.
Saldo dana pihak ketiga (DPK) 19,4 persen yoy menjadi Rp341,1 triliun pada akhir Juni 2012 sejalan dengan peningkatan aktivitas transaksi nasabah. DPK tersebut terdiri dari saldo tabungan meningkat 20,4 persen yoy menjasi Rp182,3 triliun pada semester-I 2012.
Lanjut Jahja, saldo giro mencapai Rp82,8 triliun meningkat 19,1 persen yoy dibandingkan pada periode yang sama di tahun lalu. Kemudian, saldo deposito tumbuh 17,5 persen menjadi Rp76 triliun pada Juni 2012 dan secondary reserves tercatat sebesar Rp59,8 triliun.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmadja mengatakan, hasil ini merupakan kinerja yang memuaskan. Kemudian, lingkungan yang kondusif serta rendahnya tingkat suku bunga yang telah mendorong tingginya permintaan kredit perbankan, baik untuk kebutuhan nasabah individu maupun nasabah bisnis.
"Pertumbuhan portofolio kredit BCA yang signifikan senantiasa ditopang oleh aktivitas kredit yang sehat serta pengolahan risiko yang kokoh. Kemudian ekspansi kredit dan penyediaan layanan transaksi perbankan diharapkan akan tetap mendukung profitabilitas BCA di tengah lingkungan yang kompetitif," ujar Jahja dalam konferensi pers di Hotel Kempinsky, Jakarta, Senin (30/7/2012).
Kemudian, total aktiva hingga akhir semester awal ini meningkat cukup signifikan 20,2 persen secara yoy menjadi Rp408,6 triliun. Pertumbuhan kredit juga meningkat signifikan diseluruh segmen yaitu sebesar 41,5 persen yoy. Portofolio kredit tumbuh menjadi Rp226 triliun dari Rp159,707 triliun pada periode yang sama di tahun lalu.
Sedangkan peningkatan kredit didukung oleh meningkatnya kredit konsumer lebih dari 50 persen secara yoy menjadi Rp60 triliun terutama didorong oleh pertumbuhan portofolio kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 73,5 persen yoy menjadi Rp36,5 triliun. Kredit kendaraan bermotor (KKB) tumbuh 24,4 persen secara yoy menjadi Rp18,1 triliun sedangkan outstanding kartu kredit meningkat 25,1 persen yoy menjadi Rp5,5 triliun pada akhir Juni 2012.
Pada kredit korporasi tumbuh 42,6 persen yoy mencapai Rp77,3 triliun pada akhir Juni 2012. Pertumbuhan yang tinggi antara lain terlihat pada sektor industri Jasa Keuangan; Perkebunan & Pertanian dan rokok & tembakau. Pada periode yang sama, kredit komersial dan UKM mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 35 persen yoy mencapai Rp88,7 triliun.
"Kuatnya pertumbuhan kredit telah mendorong rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) menjadi 65,5 persen, rasio kredit bermasalah (NPL) sempat dijaga pada level yang rendah sebesar 0,5 persen yang merupakan cermin dari kualitas kredit yang baik," jelasnya.
Saldo dana pihak ketiga (DPK) 19,4 persen yoy menjadi Rp341,1 triliun pada akhir Juni 2012 sejalan dengan peningkatan aktivitas transaksi nasabah. DPK tersebut terdiri dari saldo tabungan meningkat 20,4 persen yoy menjasi Rp182,3 triliun pada semester-I 2012.
Lanjut Jahja, saldo giro mencapai Rp82,8 triliun meningkat 19,1 persen yoy dibandingkan pada periode yang sama di tahun lalu. Kemudian, saldo deposito tumbuh 17,5 persen menjadi Rp76 triliun pada Juni 2012 dan secondary reserves tercatat sebesar Rp59,8 triliun.
(and)
Lihat Juga :