Nusantara Regas manfaatkan pipa PHE ONWJ
Rabu, 01 Agustus 2012 - 08:41 WIB
Nusantara Regas manfaatkan pipa PHE ONWJ
A
A
A
Sindonews.com - PT Nusantara Regas berencana menggunakan pipa gas milik Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java (ONWJ) untuk memasok gas ke PLTU Tanjung Priok di tahun 2013.
"Kita ingin memanfaatkan pipa milik PHE ONWJ agar tahun depan bisa memasok gas ke PLTU Tanjung Priok," kata Direktur Utama Nusantara Regas, Hendra Jaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Nusantara Regas, menurutnya, hanya akan menyuplai sebanyak 200 juta kaki kubit feet per hari (milion metric standart cubic feet per day/mmscfd). Walaupun, sebenarnya pipa milik PHE ONWJ memiliki kapasitas hingga 300 mmscfd. "Nanti gasnya itu bisa dari dalam negeri seperti Bontang dan Tangguh," lengkapnya.
Seperti yang diketahui, Nusantara Regas merupakan perusahaan Joint Venture Pertamina dan PGN yang mengoperasikan Terminal penyimpanan regasifikasi atau Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Teluk Jakarta.
Tahap awal operasinya, FSRU Teluk Jakarta memasok gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Karang milik PT PLN (Persero). Kapal dengan muatan 125 ribu meter kubik gas atau setara dengan 2,9 million metric british thermal units (mmbtu) dari kilang LNG Bontang.
Berjarak 15 km dari PLTGU Muara Karang, gas akan dialirkan melalui pipa milik Nusantara Regas. Dana pembangunan pipa dan fasilitas penerima gas mencapai USD 50 juta, sedangkan sewa kapal FSRU mencapai USD 500 juta selama 11 tahun. Selain menyewa FSRU dari Golar, Nusantara Regas juga menyewa kapal pengiriman LNG dari PT Hanochem Shipping, anak usaha PT Trada Maritime Tbk.
Pada dua pekan pertama, Nusantara Regas akan mengalirkan gas ke PLTGU Muara Karang mencapai 60 mmscfd. Setelah itu pada akhir Mei atau Juni, FSRU tersebut bisa menyuplai gas ke PLTGU Muara Karang sebesar 200 mmscfd.
FSRU Jawa Barat merupakan satu-satunya di Asia Tenggara. Sedangkan di Asia menjadi yang kedua setelah Dubai. Pembangunan fasilitas ini dilakukan selama dua tahun setelah kepastian pasokan LNG Bontang diterima. Memiliki kapasitas penuh sebesar 400 MMSCFD atau 3 juta metrik ton LNG per tahun.
"Kita ingin memanfaatkan pipa milik PHE ONWJ agar tahun depan bisa memasok gas ke PLTU Tanjung Priok," kata Direktur Utama Nusantara Regas, Hendra Jaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Nusantara Regas, menurutnya, hanya akan menyuplai sebanyak 200 juta kaki kubit feet per hari (milion metric standart cubic feet per day/mmscfd). Walaupun, sebenarnya pipa milik PHE ONWJ memiliki kapasitas hingga 300 mmscfd. "Nanti gasnya itu bisa dari dalam negeri seperti Bontang dan Tangguh," lengkapnya.
Seperti yang diketahui, Nusantara Regas merupakan perusahaan Joint Venture Pertamina dan PGN yang mengoperasikan Terminal penyimpanan regasifikasi atau Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Teluk Jakarta.
Tahap awal operasinya, FSRU Teluk Jakarta memasok gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Karang milik PT PLN (Persero). Kapal dengan muatan 125 ribu meter kubik gas atau setara dengan 2,9 million metric british thermal units (mmbtu) dari kilang LNG Bontang.
Berjarak 15 km dari PLTGU Muara Karang, gas akan dialirkan melalui pipa milik Nusantara Regas. Dana pembangunan pipa dan fasilitas penerima gas mencapai USD 50 juta, sedangkan sewa kapal FSRU mencapai USD 500 juta selama 11 tahun. Selain menyewa FSRU dari Golar, Nusantara Regas juga menyewa kapal pengiriman LNG dari PT Hanochem Shipping, anak usaha PT Trada Maritime Tbk.
Pada dua pekan pertama, Nusantara Regas akan mengalirkan gas ke PLTGU Muara Karang mencapai 60 mmscfd. Setelah itu pada akhir Mei atau Juni, FSRU tersebut bisa menyuplai gas ke PLTGU Muara Karang sebesar 200 mmscfd.
FSRU Jawa Barat merupakan satu-satunya di Asia Tenggara. Sedangkan di Asia menjadi yang kedua setelah Dubai. Pembangunan fasilitas ini dilakukan selama dua tahun setelah kepastian pasokan LNG Bontang diterima. Memiliki kapasitas penuh sebesar 400 MMSCFD atau 3 juta metrik ton LNG per tahun.
(and)
Lihat Juga :