2017, RI siap impor LNG dari AS
Rabu, 01 Agustus 2012 - 08:50 WIB
2017, RI siap impor LNG dari AS
A
A
A
Sindonews.com - PT Nusantara Regas mendapatkan angin segar dari Amerika Serikat (AS) menyusul diperbolehkannya gas alam cair atau Liquidfied Natural Gas (LNG) di ekspor ke luar negeri. Targetnya tahun 2017, LNG akan siap diimpor ke Indonesia sebesar 1 juta ton per tahun.
"Untuk impor, kita sudah bicara-bicara dengan pihak AS meskipun baru tahap awal. Kita juga baru tahu aturan di AS saat ini sudah diperbolehkan untuk ekspor LNG," kata Direktur Utama Nusantara Regas Hendra Jaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Akan tetapi, lanjut Hendra impor sebesar 1 juta ton tersebut, akan berjalan secara bertahap. Karena, akan disesuaikan dengan kesanggupan kapasitas dan kebutuhan dari dalam negeri. Terkait harga, Hendra mengaku belum dapat memastikan dikarenakan sejauh inipun baru hanya pembicaraan awal dengan pihak AS.
"Harganya kita belum tahu kan baru awal. Tetapi kita prediksi investasinya sekitar USD10 per milion metric british thermal unit (mmbtu). Tapi, dibandingkan harga Indonesia nantinya bisa lebih murah, kan sesuai kebutuhan lah harga," tambahnya.
Hendra juga belum dapat menginformasikan pemasok asal AS tersebut, karena selain alasan yang sama, di negara Paman Sam itu saat ini sedang dikembangkan Shale gas yang artinya, LNG tidak begitu diminati. "Kan masih tahap awal jadi kita belum bisa bicara lebih. Harapannya ya kedepan ini yang akan jadi target kita dan tahun 2017 sudah bisa mulai impor," pungkasnya.
"Untuk impor, kita sudah bicara-bicara dengan pihak AS meskipun baru tahap awal. Kita juga baru tahu aturan di AS saat ini sudah diperbolehkan untuk ekspor LNG," kata Direktur Utama Nusantara Regas Hendra Jaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Akan tetapi, lanjut Hendra impor sebesar 1 juta ton tersebut, akan berjalan secara bertahap. Karena, akan disesuaikan dengan kesanggupan kapasitas dan kebutuhan dari dalam negeri. Terkait harga, Hendra mengaku belum dapat memastikan dikarenakan sejauh inipun baru hanya pembicaraan awal dengan pihak AS.
"Harganya kita belum tahu kan baru awal. Tetapi kita prediksi investasinya sekitar USD10 per milion metric british thermal unit (mmbtu). Tapi, dibandingkan harga Indonesia nantinya bisa lebih murah, kan sesuai kebutuhan lah harga," tambahnya.
Hendra juga belum dapat menginformasikan pemasok asal AS tersebut, karena selain alasan yang sama, di negara Paman Sam itu saat ini sedang dikembangkan Shale gas yang artinya, LNG tidak begitu diminati. "Kan masih tahap awal jadi kita belum bisa bicara lebih. Harapannya ya kedepan ini yang akan jadi target kita dan tahun 2017 sudah bisa mulai impor," pungkasnya.
(and)
Lihat Juga :