Daging ayam picu inflasi Juli 0,70%
Rabu, 01 Agustus 2012 - 11:56 WIB
Daging ayam picu inflasi Juli 0,70%
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi pada bulan Juli 2012 sebesar 0,70 persen. Secara kalender inflasi 2,5 persen dan year on year (yoy) adalah sebesar 4,65 persen. Sementara, inflasi komponen inti sebesar 0,54 persen dan secara yoy sebesar 4,28 persen.
"Jadi itu secara nasional, dari 66 kota IHK (Indeks Harga Konsumen) seluruhnya mengalami inflasi, inflasi yang tertinggi ada di Pangkal Pinang dan Palu 1,86 persen, dan yang terendah di Sibolga 0,11 persen," kata Kepala BPS, Suryamin dalam konferensi pers di Gedung BPS Pusat, Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Jika dilihat secara komponen, Suryamin melanjutkan, dari 0,70 persen, komponen harga yang bergejolak harganya 0,37 persen, komponen inti 0,32 persen dan harga yang diatur pemerintah 0,01 persen.
"Inflasi untuk komponen inti masih lebih rendah dari inflasi umum, ini sebenarnya masih bagus karena komponen inti yang menggerakan perekonomian," tambahnya.
Pada pengeluaran, bahan makanan juga masih mendominasi yaitu 0,39 persen, yang artinya lebih dari 50 persen. Kemudian yang terendah adalah 0,01 persen. Jika dilihat secara kalender bahan makanan juga masih tertinggi sebesar 4,05 persen dan yoy sebesar 7,02 persen.
Pemacu inflasi, Suryamin mengatakan, didorong oleh Daging ayam ras dengan 18,7 persen dimana perubahan harga yang terjadi dari sebelum Ramadan sebesar 82,6 persen. Dari 66 kota IHK, kenaikan harga daging ayam ras terbesar terjadi di 62 kota IHK, dengan Pangkal Pinang sebagai kota tertinggi dan Gorontalo.
"Selain itu juga inflasi dipacu oleh telur ayam karena peningkatan permintaan, kemudian beras yang sudah habis masa panen, dan selanjutnya adalah angkutan udara, gula pasir karena pasokannya, dan tahu mentah," pungkasnya.
"Jadi itu secara nasional, dari 66 kota IHK (Indeks Harga Konsumen) seluruhnya mengalami inflasi, inflasi yang tertinggi ada di Pangkal Pinang dan Palu 1,86 persen, dan yang terendah di Sibolga 0,11 persen," kata Kepala BPS, Suryamin dalam konferensi pers di Gedung BPS Pusat, Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Jika dilihat secara komponen, Suryamin melanjutkan, dari 0,70 persen, komponen harga yang bergejolak harganya 0,37 persen, komponen inti 0,32 persen dan harga yang diatur pemerintah 0,01 persen.
"Inflasi untuk komponen inti masih lebih rendah dari inflasi umum, ini sebenarnya masih bagus karena komponen inti yang menggerakan perekonomian," tambahnya.
Pada pengeluaran, bahan makanan juga masih mendominasi yaitu 0,39 persen, yang artinya lebih dari 50 persen. Kemudian yang terendah adalah 0,01 persen. Jika dilihat secara kalender bahan makanan juga masih tertinggi sebesar 4,05 persen dan yoy sebesar 7,02 persen.
Pemacu inflasi, Suryamin mengatakan, didorong oleh Daging ayam ras dengan 18,7 persen dimana perubahan harga yang terjadi dari sebelum Ramadan sebesar 82,6 persen. Dari 66 kota IHK, kenaikan harga daging ayam ras terbesar terjadi di 62 kota IHK, dengan Pangkal Pinang sebagai kota tertinggi dan Gorontalo.
"Selain itu juga inflasi dipacu oleh telur ayam karena peningkatan permintaan, kemudian beras yang sudah habis masa panen, dan selanjutnya adalah angkutan udara, gula pasir karena pasokannya, dan tahu mentah," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :