Migas melempem, ekspor Juni merosot 8,7%
Rabu, 01 Agustus 2012 - 14:27 WIB
Migas melempem, ekspor Juni merosot 8,7%
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan nilai ekspor Juni 2012 menurun 8,70 persen dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi USD15,36 miliar. Secara year on year (yoy) tercatat penurunan juga sebesar 16,44 persen.
Kepala BPS Pusat Suryamin menuturkan, penurunan ekspor disebabkan oleh menurunnya ekspor minyak dan gas bumi sebesar 25,12 persen menjadi USD2,8 miliar. "Ekspor minyak mentah turun 24,04 persen, kemudian hasil minyak juga turun 20,28 persen dan gas 26,50 persen," kata Suryamin dalam konferensi pers di Gedung BPS Pusat, Pasar Baru, Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Pada ekspor nonmigas juga terjadi penurunan 4,04 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sehingga hanya mencapai USD12,58 miliar. Secara yoy juga ada penurunan sebesar 15 persen. Lanjutnya, penurunan ekspor nonmigas terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar USD334,8 juta.
"Ada juga peningkatan ekspor itu terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati yang mencapai USD137,9 juta," jelasnya.
Secara kumulatif, nilai ekspor Januari hingga Juni 2012 mencapai USD96,88 miliar atau turun 1,76 persen dibanding periode yang sama tahun 2011.
Sedangkan berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas masih dominan dengan ekspor ke negara China yang mencapai USD1,57 miliar. Kemudian disusul Jepang USD1,45 miliar dan Amerika Serikat USD1,31 miliar. Jika digabungkan, maka tiga negara tersebut berkontribusi 34,45 persen. "Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) hanya sebsar USD1,38 miliar," pungkasnya.
Kepala BPS Pusat Suryamin menuturkan, penurunan ekspor disebabkan oleh menurunnya ekspor minyak dan gas bumi sebesar 25,12 persen menjadi USD2,8 miliar. "Ekspor minyak mentah turun 24,04 persen, kemudian hasil minyak juga turun 20,28 persen dan gas 26,50 persen," kata Suryamin dalam konferensi pers di Gedung BPS Pusat, Pasar Baru, Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Pada ekspor nonmigas juga terjadi penurunan 4,04 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sehingga hanya mencapai USD12,58 miliar. Secara yoy juga ada penurunan sebesar 15 persen. Lanjutnya, penurunan ekspor nonmigas terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar USD334,8 juta.
"Ada juga peningkatan ekspor itu terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati yang mencapai USD137,9 juta," jelasnya.
Secara kumulatif, nilai ekspor Januari hingga Juni 2012 mencapai USD96,88 miliar atau turun 1,76 persen dibanding periode yang sama tahun 2011.
Sedangkan berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas masih dominan dengan ekspor ke negara China yang mencapai USD1,57 miliar. Kemudian disusul Jepang USD1,45 miliar dan Amerika Serikat USD1,31 miliar. Jika digabungkan, maka tiga negara tersebut berkontribusi 34,45 persen. "Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) hanya sebsar USD1,38 miliar," pungkasnya.
(and)
Lihat Juga :