Defisit diperkirakan hingga akhir tahun
Rabu, 01 Agustus 2012 - 16:24 WIB
Defisit diperkirakan hingga akhir tahun
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Satwiko Darmesto memperkirakan defisit akan berlangsung hingga akhir tahun 2012.
Karena jika diperhatikan tiga bulan terakhir, surplus secara komulatif semakin mengecil. Januari-Juni 2012 neraca perdagangan hanya menyisakan surplus USD476,2 juta.
"Bisa-bisa kita defisit nanti sampai akhir tahun," kata Satwiko kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Dia menambahkan, biasanya di tahun sebelumnya memasuki Ramadan ataupun menjelang Lebaran neraca perdagangan terlihat stabil. Jika terjadi defisit pun, tidak terlalu besar.
"Tapi kali ini memang karena Uni Eropa lagi memburuk, jadi nggak bagus. Akibatnya seperti ini malah. Biasanya sebelum lebaran itu bagus," jelasnya.
Sebelumnya, pemerintah berencana mendorong ekspor dengan pengalihan ke pasar non tradisional. Hal ini seiring dengan krisis yang terjadi di Uni Eropa dan Amerika Serikat yang berakibat pada penurunan impor.
Menurut Satwiko, tindakan pemerintah tersebut, dampaknya akan terlihat satu tahu ke depan. "Memang tidak bisa semudah membalikkan telapak tangan, artinya promosinya sekarang kunjungan para menteri dan pengusahanya, tapi itu satu tahun atau setengah tahun baru bisa jalan. Apalagi harus memakai MoU seperti itu, baru tindak lanjutnya setahun kemudian, jadi tidak bisa segera," jelasnya.
Karena jika diperhatikan tiga bulan terakhir, surplus secara komulatif semakin mengecil. Januari-Juni 2012 neraca perdagangan hanya menyisakan surplus USD476,2 juta.
"Bisa-bisa kita defisit nanti sampai akhir tahun," kata Satwiko kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Dia menambahkan, biasanya di tahun sebelumnya memasuki Ramadan ataupun menjelang Lebaran neraca perdagangan terlihat stabil. Jika terjadi defisit pun, tidak terlalu besar.
"Tapi kali ini memang karena Uni Eropa lagi memburuk, jadi nggak bagus. Akibatnya seperti ini malah. Biasanya sebelum lebaran itu bagus," jelasnya.
Sebelumnya, pemerintah berencana mendorong ekspor dengan pengalihan ke pasar non tradisional. Hal ini seiring dengan krisis yang terjadi di Uni Eropa dan Amerika Serikat yang berakibat pada penurunan impor.
Menurut Satwiko, tindakan pemerintah tersebut, dampaknya akan terlihat satu tahu ke depan. "Memang tidak bisa semudah membalikkan telapak tangan, artinya promosinya sekarang kunjungan para menteri dan pengusahanya, tapi itu satu tahun atau setengah tahun baru bisa jalan. Apalagi harus memakai MoU seperti itu, baru tindak lanjutnya setahun kemudian, jadi tidak bisa segera," jelasnya.
(gpr)
Lihat Juga :