Bahas Inalum, Indonesia kirim tim ke Jepang
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 11:04 WIB
Bahas Inalum, Indonesia kirim tim ke Jepang
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan ada tim khusus yang diberangkatkan ke Jepang untuk berbicara dengan pihak Nippon Asahan Aluminium Jepang terkait rencana pengambilalihan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).
"Pembahasan terkait dengan Inalum. Kalau diskusi ini sedang berjalan, sedang melaporkan tim namanya tim yang mewakili pemerintah Indonesia bicara dengan Jepang," kata Agus kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/8/2012).
Poin pembahasan, lanjut Agus, difokuskan pada otoritas asahan yang berhubungan dengan legalitas operasional Inalum. "Kalau posisi pemerintah masih dalam diskusi. Kalau dari Kementerian Keuangan memang meminta supaya ada pengakhiran tugas dari Jepang," ungkapnya.
Dia menambahkan, jika pihak Jepang mau melanjutkan investasinya ke Inalum yang akan habis masa berlakunya pada 2013, maka pihaknya akan mencoba menawarkan Inalum ke Kementerian BUMN guna memiliki secara penuh kepemilikan Inalum.
"Jadi kita akan mengusulkan untuk diselesaikan dulu bahwa nanti kemudian kita akan tawarkan kepada investor dalam bentuk ditender secara terbuka dan diberikan opsi kepada BUMN ataupun nonBUMN itu soal kedua," tambahnya.
Namun yang pasti, menurutnya, Inalum harus dikembalikan ke negara terlebih dahulu jika Jepang mengakhiri kontrak tersebut. Walapun, diketahui saat ini pihak Jepang meminta sebagian kepemilikan dari Inalum.
"Kami merekomen untuk sepenuhnya kembali ke Indonesia dulu. Tapi itu belum keputusan karena ini masih rapat nanti dikonfirm lagi," pungkasnya.
"Pembahasan terkait dengan Inalum. Kalau diskusi ini sedang berjalan, sedang melaporkan tim namanya tim yang mewakili pemerintah Indonesia bicara dengan Jepang," kata Agus kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/8/2012).
Poin pembahasan, lanjut Agus, difokuskan pada otoritas asahan yang berhubungan dengan legalitas operasional Inalum. "Kalau posisi pemerintah masih dalam diskusi. Kalau dari Kementerian Keuangan memang meminta supaya ada pengakhiran tugas dari Jepang," ungkapnya.
Dia menambahkan, jika pihak Jepang mau melanjutkan investasinya ke Inalum yang akan habis masa berlakunya pada 2013, maka pihaknya akan mencoba menawarkan Inalum ke Kementerian BUMN guna memiliki secara penuh kepemilikan Inalum.
"Jadi kita akan mengusulkan untuk diselesaikan dulu bahwa nanti kemudian kita akan tawarkan kepada investor dalam bentuk ditender secara terbuka dan diberikan opsi kepada BUMN ataupun nonBUMN itu soal kedua," tambahnya.
Namun yang pasti, menurutnya, Inalum harus dikembalikan ke negara terlebih dahulu jika Jepang mengakhiri kontrak tersebut. Walapun, diketahui saat ini pihak Jepang meminta sebagian kepemilikan dari Inalum.
"Kami merekomen untuk sepenuhnya kembali ke Indonesia dulu. Tapi itu belum keputusan karena ini masih rapat nanti dikonfirm lagi," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :