Dahlan belum sebut BUMN peminat Inalum
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 11:38 WIB
Dahlan belum sebut BUMN peminat Inalum
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan belum dapat menyebutkan perusahaan pelat merah mana yang nantinya dapat membeli saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Bahkan Rapat Koordinasi yang diadakan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian khusus untuk membahas Inalum hari ini, tidak mencapai keputusan apapun.
"Belum keputusan ini, masih jauh," ucap Dahlan kepada wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/8/2012)
Sebelumnya,terdengar PT Antam (Persero) Tbk dan PT PLN (Persero) berniat dan berpeluang untuk membeli Inalum. Namun, Dahlan kembali menegaskan hal itu masih cukup jauh. Pasalnya, saat ini yang menjadi prioritas adalah pengambil alih saham Inalum ke pemerintah
Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan bahwa sangat mungkin perusahaan BUMN yang mendapatkan saham tersebut. Pasalnya, itu merupakan opsi yang yang akan ditawarkan pemerintah nantinya.
"Itu yang selanjutnya, yang utama adalah kembali dulu kepada Pemerintah penuh. Mungkin dari pihak Jepang mengusulkan supaya ada sebagian porsi untuk Jepang. Kami merekomen untuk sepenuhnya kembali ke Indonesia dulu,"pungkasnya
Disamping itu, lanjut Dahlan, pendanaan tidak terlalu suit untuk didapatkan nantinya. Hanya saja, keputusan pemerintah secara keseluruhan, harus disepakati segera. "Gampanglah. Terserah saja mau disuruh beli mau, disuruh beli berapapun mau, tunggu keputusan," tegasnya.
Sebelumnya, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) telah mengalokasikan dana untuk membeli kepemilikan saham PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) tahap I sebesar Rp2 triliun.
Kendati demikian, untuk melakukan hal tersebut, Ketua Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Soritaon Siregar mengatakan masih harus menunggu pembahasan DPR sehingga akan dibentuk panitia kerjanya (panja).
“Memang sudah mendapat persetujuan namun masih memerlukan pembicaraan dengan DPR, makanya kami juga akan membentuk panja,” terang Soritaon pada Gathering PIP dan Wartawan di Hotel Aryaduta, karawaci, Sabtu 14 Juli 2012.
"Belum keputusan ini, masih jauh," ucap Dahlan kepada wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/8/2012)
Sebelumnya,terdengar PT Antam (Persero) Tbk dan PT PLN (Persero) berniat dan berpeluang untuk membeli Inalum. Namun, Dahlan kembali menegaskan hal itu masih cukup jauh. Pasalnya, saat ini yang menjadi prioritas adalah pengambil alih saham Inalum ke pemerintah
Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan bahwa sangat mungkin perusahaan BUMN yang mendapatkan saham tersebut. Pasalnya, itu merupakan opsi yang yang akan ditawarkan pemerintah nantinya.
"Itu yang selanjutnya, yang utama adalah kembali dulu kepada Pemerintah penuh. Mungkin dari pihak Jepang mengusulkan supaya ada sebagian porsi untuk Jepang. Kami merekomen untuk sepenuhnya kembali ke Indonesia dulu,"pungkasnya
Disamping itu, lanjut Dahlan, pendanaan tidak terlalu suit untuk didapatkan nantinya. Hanya saja, keputusan pemerintah secara keseluruhan, harus disepakati segera. "Gampanglah. Terserah saja mau disuruh beli mau, disuruh beli berapapun mau, tunggu keputusan," tegasnya.
Sebelumnya, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) telah mengalokasikan dana untuk membeli kepemilikan saham PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) tahap I sebesar Rp2 triliun.
Kendati demikian, untuk melakukan hal tersebut, Ketua Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Soritaon Siregar mengatakan masih harus menunggu pembahasan DPR sehingga akan dibentuk panitia kerjanya (panja).
“Memang sudah mendapat persetujuan namun masih memerlukan pembicaraan dengan DPR, makanya kami juga akan membentuk panja,” terang Soritaon pada Gathering PIP dan Wartawan di Hotel Aryaduta, karawaci, Sabtu 14 Juli 2012.
(and)
Lihat Juga :