Pembahasan JSS masuk tahap pembuatan TOR
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 14:32 WIB
Pembahasan JSS masuk tahap pembuatan TOR
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Perindustrian, MS Hidayat mengatakan pembahasan tim 7 terkait Jembatan Selat Sunda (JSS) sudah masuk dalam tahap pembuatan Term Of Referense (TOR).
TOR tersebut nantinya akan diberikan ke Tim Pemrakarsa sebagai petunjuk, termasuk dalam persoalan Feasiblty Study (FS).
"Dengan TOR dari kita pemerintah akan mengundang tim pemrakarsa untuk mendiskusikan, kalau dia mengikuti TOR yang kita siapkan maka dia boleh membuat FS-nya," ungkap Hidayat di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (2/8/2012).
Secara lebih rinci, Hidayat pun tidak bisa menuturkan. Namun yang pasti, pembicaraan dengan Menko Perekonomian dan Tim Pemrakarsa minggu depan akan dilakukan.
"ya nanti, jangan saya umumkan sekarang. Pada dasarnya kita sudah sepakat begitu, apakah FS dibiayai APBN atau pemrakarsa," jelasnya.
Menurutnya, baik JSS dan Kawasan Strategis Infrastruktur Selat Sunda (KSISS) tidak bisa dipisahkan karena secara investasi tidak feasible. Karena hasilnya pun dari jembatan tidak bisa menutupi biaya karena revenue rupiah.
"Investasinya menggunakan currency asing Rp150 triliun tidak bisa di-funding di dalam negeri. Yang terpadu itu nanti secara garis besar ditetapkan apa saja untuk proyek ini, atau konvensional yang diberikan secara memadai. Kalau me-risk fund Rp150 triliun, tetapi setelah dihitung pendapatan dari toll fee-nya tidak bisa mencukupi, itu kan tak feasible," terang Hidayat.
"Anda harus kasih kompensasi agar proyek itu bisa berjalan. Itu terjadi kok secara universal untuk proyek strategis di mana-mana. Pilihannya pakai APBN, kita nggak kuat kalau pakai APBN," tambahnya.
TOR tersebut nantinya akan diberikan ke Tim Pemrakarsa sebagai petunjuk, termasuk dalam persoalan Feasiblty Study (FS).
"Dengan TOR dari kita pemerintah akan mengundang tim pemrakarsa untuk mendiskusikan, kalau dia mengikuti TOR yang kita siapkan maka dia boleh membuat FS-nya," ungkap Hidayat di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (2/8/2012).
Secara lebih rinci, Hidayat pun tidak bisa menuturkan. Namun yang pasti, pembicaraan dengan Menko Perekonomian dan Tim Pemrakarsa minggu depan akan dilakukan.
"ya nanti, jangan saya umumkan sekarang. Pada dasarnya kita sudah sepakat begitu, apakah FS dibiayai APBN atau pemrakarsa," jelasnya.
Menurutnya, baik JSS dan Kawasan Strategis Infrastruktur Selat Sunda (KSISS) tidak bisa dipisahkan karena secara investasi tidak feasible. Karena hasilnya pun dari jembatan tidak bisa menutupi biaya karena revenue rupiah.
"Investasinya menggunakan currency asing Rp150 triliun tidak bisa di-funding di dalam negeri. Yang terpadu itu nanti secara garis besar ditetapkan apa saja untuk proyek ini, atau konvensional yang diberikan secara memadai. Kalau me-risk fund Rp150 triliun, tetapi setelah dihitung pendapatan dari toll fee-nya tidak bisa mencukupi, itu kan tak feasible," terang Hidayat.
"Anda harus kasih kompensasi agar proyek itu bisa berjalan. Itu terjadi kok secara universal untuk proyek strategis di mana-mana. Pilihannya pakai APBN, kita nggak kuat kalau pakai APBN," tambahnya.
(gpr)
Lihat Juga :