Dahlan: SPLU bukti infrastruktur bukan masalah
Minggu, 05 Agustus 2012 - 18:21 WIB
Dahlan: SPLU bukti infrastruktur bukan masalah
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru saja meresmikan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) pertama di Indonesia. SPLU ini mampu menyalurkan listrik sampai dengan 32 A atau 7040 VA untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar mobil listrik.
Dia menuturkan keberadaan SPLU memang belum dibutuhkan, mengingat produksi mobil listrik juga belum dimulai. Namun, dia menegaskan dengan adanya SPLU, dapat membuktikan ke masyarakat kalau pembangunan infrastrukturnya sangatlah mudah.
"Sebetulnya belum diperlukan sekarang, tapi sekarang terlalu banyak pertanyaan masyarakat. Karena kalau nanti, apa mungkin ada infrastruktur, seolah-olah infrastruktur lebih sulit dari pada mobilnya. Maka itu saya minta contoh dari PLN buat, ini hanya untuk keyakinan ke masyarakat, kalau SPLU tidak sulit," ujar Dahlan di Jakarta, Minggu, (5/8/2012).
Sistem kerja SPLU PLN ini seperti telepon umum. Jika ingin menggunakan cukup memasukan koin yang berlaku seperti Rp100, Rp500, Rp1000 kedalam SPLU lalu pengguna dapat mendapatkan energi dengan daya dan rentang waktu tertentu. "Hanya saja jika telpon umum Anda dapat pulsa menelepon, kalau ini Anda mendapat listrik," tambahnya.
Dahlan mengatakan, rencanya SPLU-PLN akan disiapkan di sepuluh titik yaitu kantor Menteri Negara BUMN, 2 titik di kantor Meneg ESDM, 1 titik di Kantor Dirjen kelistrikan, 1 titik di kantor layanan bulungan, 1 titik di kantor layanan Mampang, 1 titik kantor layanan Ciputay, 1 titik di kantor layanan Menteng Gambir, 1 titik di kaantor layanan tanjung priok, dan 1 titik di kantor layanan Lenteng Agung.
"Kedepannya, SPLU-PLN ini akan dikembangkan lebih lanjut, khususnya terkait dengan sistem pembayaran dari koin menjadi uang kertas atau elektronika," lengkapnya.
SPLU-PLN ini tidak hanya diperuntukan guna pengisian energi mobil listrik, tapi Dahlan menambahkan segala jenis peralatan listrik, seperti handphone, laptop dan berbagai macam alat listrik lainnya.
Dia menuturkan keberadaan SPLU memang belum dibutuhkan, mengingat produksi mobil listrik juga belum dimulai. Namun, dia menegaskan dengan adanya SPLU, dapat membuktikan ke masyarakat kalau pembangunan infrastrukturnya sangatlah mudah.
"Sebetulnya belum diperlukan sekarang, tapi sekarang terlalu banyak pertanyaan masyarakat. Karena kalau nanti, apa mungkin ada infrastruktur, seolah-olah infrastruktur lebih sulit dari pada mobilnya. Maka itu saya minta contoh dari PLN buat, ini hanya untuk keyakinan ke masyarakat, kalau SPLU tidak sulit," ujar Dahlan di Jakarta, Minggu, (5/8/2012).
Sistem kerja SPLU PLN ini seperti telepon umum. Jika ingin menggunakan cukup memasukan koin yang berlaku seperti Rp100, Rp500, Rp1000 kedalam SPLU lalu pengguna dapat mendapatkan energi dengan daya dan rentang waktu tertentu. "Hanya saja jika telpon umum Anda dapat pulsa menelepon, kalau ini Anda mendapat listrik," tambahnya.
Dahlan mengatakan, rencanya SPLU-PLN akan disiapkan di sepuluh titik yaitu kantor Menteri Negara BUMN, 2 titik di kantor Meneg ESDM, 1 titik di Kantor Dirjen kelistrikan, 1 titik di kantor layanan bulungan, 1 titik di kantor layanan Mampang, 1 titik kantor layanan Ciputay, 1 titik di kantor layanan Menteng Gambir, 1 titik di kaantor layanan tanjung priok, dan 1 titik di kantor layanan Lenteng Agung.
"Kedepannya, SPLU-PLN ini akan dikembangkan lebih lanjut, khususnya terkait dengan sistem pembayaran dari koin menjadi uang kertas atau elektronika," lengkapnya.
SPLU-PLN ini tidak hanya diperuntukan guna pengisian energi mobil listrik, tapi Dahlan menambahkan segala jenis peralatan listrik, seperti handphone, laptop dan berbagai macam alat listrik lainnya.
(akr)
Lihat Juga :