Pembangunan SPLU cuma butuh Rp6 juta
Senin, 06 Agustus 2012 - 09:29 WIB
Pembangunan SPLU cuma butuh Rp6 juta
A
A
A
Sindonews.com - PT PLN (persero) memastikan biaya pembangunan Sarana Pengisian Listrik Umum (SPLU) sangatlah murah. Satu SPLU hanya membutuhkan investasi Rp6 juta. Sehingga dapat dimungkinkan, ketika mobil listrik di produksi masal, maka infrastruktur pendukung tersebut pun dapat diperbanyak.
"Investasi PLN sangatlah kecil, kebetulan kami tidak perlu minta dana sampai ke pusat," kata General Manager PLN Distribusi Jakarta Muhamad Sulastio, di Kantor PLN Gambir, Jakarta, Minggu 5 Agustus 2012 malam.
Dia menambahkan, pembangunan SPLU bisa menjadi bisnis dari PLN kedepan. Sebagai, inovator pihaknya membidik hal ini sebagai salah satu bisnis yang sangat menguntungkan.
Rencanya SPLU-PLN akan disiapkan di sepuluh titik yaitu kantor Kementerian BUMN, dua titik di kantor Kementerian ESDM, satu titik di Kantor Ditjen Kelistrikan, satu titik di kantor layanan Bulungan, dan satu titik di kantor layanan Mampang.
Kemudian juga satu titik kantor layanan Ciputat, satu titik di kantor layanan Menteng Gambir, satu titik di kantor layanan Tanjung Priok, satu titik di kantor layanan Lenteng Agung.
SPLU pertama telah diresmikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. SPLU ini mampu menyalurkan listrik sampai dengan 32 A atau 7040 VA untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar mobil listrik.
"Investasi PLN sangatlah kecil, kebetulan kami tidak perlu minta dana sampai ke pusat," kata General Manager PLN Distribusi Jakarta Muhamad Sulastio, di Kantor PLN Gambir, Jakarta, Minggu 5 Agustus 2012 malam.
Dia menambahkan, pembangunan SPLU bisa menjadi bisnis dari PLN kedepan. Sebagai, inovator pihaknya membidik hal ini sebagai salah satu bisnis yang sangat menguntungkan.
Rencanya SPLU-PLN akan disiapkan di sepuluh titik yaitu kantor Kementerian BUMN, dua titik di kantor Kementerian ESDM, satu titik di Kantor Ditjen Kelistrikan, satu titik di kantor layanan Bulungan, dan satu titik di kantor layanan Mampang.
Kemudian juga satu titik kantor layanan Ciputat, satu titik di kantor layanan Menteng Gambir, satu titik di kantor layanan Tanjung Priok, satu titik di kantor layanan Lenteng Agung.
SPLU pertama telah diresmikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. SPLU ini mampu menyalurkan listrik sampai dengan 32 A atau 7040 VA untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar mobil listrik.
(and)
Lihat Juga :