Lokasi SPLU & SPBU tak bisa disamakan
Senin, 06 Agustus 2012 - 09:35 WIB
Lokasi SPLU & SPBU tak bisa disamakan
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji menegaskan, Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) secara lokasi tidak akan bisa disatukan dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pasalnya pola pengisian bahan bakar kedua energi tersebut berbeda.
Dirinya menjelaskan, pengisian listrik tidak bisa seinstan BBM. Dibutuhkan tempat yang terjaga agar kendaraan listrik tersebut dapat mengisi energinya dengan waktu yang cukup.
"Jadi, SPLU ini akan kita taruh di tempat-tempat parkir, mall, rest area dan di rumah masing-masing," ujarnya di Jakarta, Minggu (5/8/2012).
Nantinya, Nur mengatakan dalam paket pembelian kendaraan listrik akan diberikan satu unit instalasi pengisian BBL dirumah pembelinya. Sehingga nantinya dalam mengisi energi listrik yangtersedot berbeda dengan listrik rumah.
Pemisahan listrik tersebut sangat penting dilakukan. Karena listrik yang tersedot cukup besar, jika disatukan dengan listrik rumah tidak akan kuat. "Kalau SPLU menggunakan koin, kalau yang di rumah pakai prabayar saja," lanjutnya.
Pada tahap awal, pengelolaan SPLU ini akan dilakukan oleh PLN, dan kedepan pihaknya akan menjadikan SPLU sebagai bisnis baru bagi PLN.
Dirinya berharap, hal ini akan mendongkrak pendapatan PLN nantinya. "Ini ada tambahan lagi untuk menjual listrik dengan harga nonsubsidi," tegasnya.
Dirinya menjelaskan, pengisian listrik tidak bisa seinstan BBM. Dibutuhkan tempat yang terjaga agar kendaraan listrik tersebut dapat mengisi energinya dengan waktu yang cukup.
"Jadi, SPLU ini akan kita taruh di tempat-tempat parkir, mall, rest area dan di rumah masing-masing," ujarnya di Jakarta, Minggu (5/8/2012).
Nantinya, Nur mengatakan dalam paket pembelian kendaraan listrik akan diberikan satu unit instalasi pengisian BBL dirumah pembelinya. Sehingga nantinya dalam mengisi energi listrik yangtersedot berbeda dengan listrik rumah.
Pemisahan listrik tersebut sangat penting dilakukan. Karena listrik yang tersedot cukup besar, jika disatukan dengan listrik rumah tidak akan kuat. "Kalau SPLU menggunakan koin, kalau yang di rumah pakai prabayar saja," lanjutnya.
Pada tahap awal, pengelolaan SPLU ini akan dilakukan oleh PLN, dan kedepan pihaknya akan menjadikan SPLU sebagai bisnis baru bagi PLN.
Dirinya berharap, hal ini akan mendongkrak pendapatan PLN nantinya. "Ini ada tambahan lagi untuk menjual listrik dengan harga nonsubsidi," tegasnya.
(and)
Lihat Juga :