Triwulan II/2012, pertumbuhan ekonomi RI 6,4%
Senin, 06 Agustus 2012 - 11:59 WIB
Triwulan II/2012, pertumbuhan ekonomi RI 6,4%
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2012 sebesar 6,4 persen. Angka ini naik 2,8 persen secara quartal to quartal (q to q).
"Secara komulatif PDB (Pendapatan Domestik Bruto) semester I 2012, tumbuh sebesar 6,3 persen," kata Kepala BPS Suryamin dalam konferensi pers di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (6/8/2012).
Pemicu utama, menurutnya adalah sektor industri dan manufaktur yang naik 3,94 persen secara q to q, kunjungan wisatawan mancanegara 3,61 persen secara q to q, dan 4,77 persen year on year (yoy).
Sementara kecepatan belanja pemerintah, Rp384,5 triliun, melampaui capaian pada triwulan I 2012 sebesar Rp244,9 triliun.
"Impor barang modal yang besar mendorong investasi. Realisasi penanaman modal selama triwulan II 2012 naik 8,0 persen q to q dan 24,0 persen yoy," jelasnya.
Menurutnya, lapangan usaha tertinggi ada tiga sektor yang masih mendominasi. Sektor perdagangan, hotel dan restoran secara q to q 5,2 persen. Sektor listrik, gas dan air bersih 4,6 persen dan sektor konstruksi 4,4 persen.
"Telah terjadi peningkatan barang impor maka perdagangan meningkat, peningkatan kunjungan, maka dampaknya pada penghunian hotel dan restoran. Hotel bukan hanya wisatawan mancanegara tapi wisatawan nusantara juga, karena memang pada bulan Juli itu liburan sekolah," jelasnya.
Dia menambahkan, untuk sektor listrik, gas dan air bersih, itu lebih disebabkan perkembangan industri yang cukup bagus dan terus bergulir. Selanjutnya, kontruksi adalah dalam bentuk infrastruktur, jalan, pembangunan dalam dan luar kota yang terhitung memiliki nilai tambah.
"Secara komulatif PDB (Pendapatan Domestik Bruto) semester I 2012, tumbuh sebesar 6,3 persen," kata Kepala BPS Suryamin dalam konferensi pers di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (6/8/2012).
Pemicu utama, menurutnya adalah sektor industri dan manufaktur yang naik 3,94 persen secara q to q, kunjungan wisatawan mancanegara 3,61 persen secara q to q, dan 4,77 persen year on year (yoy).
Sementara kecepatan belanja pemerintah, Rp384,5 triliun, melampaui capaian pada triwulan I 2012 sebesar Rp244,9 triliun.
"Impor barang modal yang besar mendorong investasi. Realisasi penanaman modal selama triwulan II 2012 naik 8,0 persen q to q dan 24,0 persen yoy," jelasnya.
Menurutnya, lapangan usaha tertinggi ada tiga sektor yang masih mendominasi. Sektor perdagangan, hotel dan restoran secara q to q 5,2 persen. Sektor listrik, gas dan air bersih 4,6 persen dan sektor konstruksi 4,4 persen.
"Telah terjadi peningkatan barang impor maka perdagangan meningkat, peningkatan kunjungan, maka dampaknya pada penghunian hotel dan restoran. Hotel bukan hanya wisatawan mancanegara tapi wisatawan nusantara juga, karena memang pada bulan Juli itu liburan sekolah," jelasnya.
Dia menambahkan, untuk sektor listrik, gas dan air bersih, itu lebih disebabkan perkembangan industri yang cukup bagus dan terus bergulir. Selanjutnya, kontruksi adalah dalam bentuk infrastruktur, jalan, pembangunan dalam dan luar kota yang terhitung memiliki nilai tambah.
(gpr)
Lihat Juga :