Triwulan II/2012, prospek bisnis di Indonesia meningkat
Senin, 06 Agustus 2012 - 12:29 WIB
Triwulan II/2012, prospek bisnis di Indonesia meningkat
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan II 2012 sebesar 104,22. Angka ini meningkat dibanding Triwulan I yang hanya mencapai 103,89.
"Kalau lebih dari 100 itu lebih bagus, jadi artinya ada prospek lebih bagus dan juga tingkat optimismenya meningkat," kata Kepala BPS, Suryamin dalam konferensi pers di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (6/8/2012).
Dia menjelaskan, sektor tertinggi dalam ITB adalah perdagangan hotel dan restoran dengan 110,21. Sedangkan yang paling rendah adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan 92,56.
"Kondisi ini juga seiring dengan penurunan permintaan dari luar negeri untuk hasil tambang karena krisis, kemudian juga karena pembatasan yang dilakukan oleh kebijakan pemerintah," tambahnya.
Sedangkan untuk sektor pertanian, Suryamin mengakui mengalami penurunan dari 117,31 ke 106,15. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh triwulan II seiring dengan masa panen yang sudah habis. "Tapi ini masih terhitung baik, karena diatas 100," jelasnya.
Perhitungan ITB, Suryamin menuturkan, disurvei oleh BPS bersama Bank Indonesia ke 2.500 pengusaha besar di Indonesia. Survei yang dilakukan terkait dengan pandangan para pengusaha terhadap kondisi bisnis di Indonesia.
"Kalau lebih dari 100 itu lebih bagus, jadi artinya ada prospek lebih bagus dan juga tingkat optimismenya meningkat," kata Kepala BPS, Suryamin dalam konferensi pers di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (6/8/2012).
Dia menjelaskan, sektor tertinggi dalam ITB adalah perdagangan hotel dan restoran dengan 110,21. Sedangkan yang paling rendah adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan 92,56.
"Kondisi ini juga seiring dengan penurunan permintaan dari luar negeri untuk hasil tambang karena krisis, kemudian juga karena pembatasan yang dilakukan oleh kebijakan pemerintah," tambahnya.
Sedangkan untuk sektor pertanian, Suryamin mengakui mengalami penurunan dari 117,31 ke 106,15. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh triwulan II seiring dengan masa panen yang sudah habis. "Tapi ini masih terhitung baik, karena diatas 100," jelasnya.
Perhitungan ITB, Suryamin menuturkan, disurvei oleh BPS bersama Bank Indonesia ke 2.500 pengusaha besar di Indonesia. Survei yang dilakukan terkait dengan pandangan para pengusaha terhadap kondisi bisnis di Indonesia.
(gpr)
Lihat Juga :