Pertumbuhan ekonomi triwulan III tergantung ekspor
Senin, 06 Agustus 2012 - 16:00 WIB
Pertumbuhan ekonomi triwulan III tergantung ekspor
A
A
A
Sindonews.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2012 diprediksi akan lebih baik dari triwulan II yang tercatat sebesar 6,4 persen. Beberapa poin seperti pengeluaran konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan ekspor harus menjadi perhatian penuh oleh pemerintah.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menuturkan, konsumsi rumah tangga besar kemungkinan akan naik yang dipicu oleh masuknya bulan Ramadan dan Lebaran.
"Lebaran konsumsi pasti naik, orang nggak punya duit pun hutang dijalani," kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (6/8/2012).
Kemudian konsumsi pemerintah, menurutnya juga akan mengalami peningkatan. Tercatat pada triwulan II pengeluaran pemerintah mampu mencapai 43 persen.
"ini lebih merata 20 persen dan 30 persen. Sekarang sudah mulai terlihat, bahwa percepatan anggaran pemerintah sudah kelihatan di konsumsi pemerintah," jelasnya.
Sedangkan untuk ekspor, dia masih meragukan akan bisa mencapai angka positif pada neraca perdagangan. Namun jika benar dilakukan, triwulan III akan lebih baik dari saat ini.
"Kalau pemerintah ingin, ayo buka terus ekspor perkuat konsumsi domestik, dan nilai tambah. Kalau upaya ini bisa terkejar, dan ekspor bisa positif akan bagus. Kalau itu berjalan bisa terjadi lebih baik dari 6,4 persen," paparnya.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menuturkan, konsumsi rumah tangga besar kemungkinan akan naik yang dipicu oleh masuknya bulan Ramadan dan Lebaran.
"Lebaran konsumsi pasti naik, orang nggak punya duit pun hutang dijalani," kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (6/8/2012).
Kemudian konsumsi pemerintah, menurutnya juga akan mengalami peningkatan. Tercatat pada triwulan II pengeluaran pemerintah mampu mencapai 43 persen.
"ini lebih merata 20 persen dan 30 persen. Sekarang sudah mulai terlihat, bahwa percepatan anggaran pemerintah sudah kelihatan di konsumsi pemerintah," jelasnya.
Sedangkan untuk ekspor, dia masih meragukan akan bisa mencapai angka positif pada neraca perdagangan. Namun jika benar dilakukan, triwulan III akan lebih baik dari saat ini.
"Kalau pemerintah ingin, ayo buka terus ekspor perkuat konsumsi domestik, dan nilai tambah. Kalau upaya ini bisa terkejar, dan ekspor bisa positif akan bagus. Kalau itu berjalan bisa terjadi lebih baik dari 6,4 persen," paparnya.
(gpr)
Lihat Juga :