PGN siap reposisi jika infrastruktur siap
Selasa, 07 Agustus 2012 - 06:00 WIB
PGN siap reposisi jika infrastruktur siap
A
A
A
Sindonews.com - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sepertinya tidak ada permasalahan dengan peraturan pemerintah yang mengharuskan perusahaan tersebut melakukan reposisi. Bahkan, PGAS mengaku jika memang diputuskan dalam waktu dekat.
Sekretaris Perusahaan PT PGN Heri Yusup, membenarkan hal tersebut. Namun, pemerintah harus mempertimbangkan infrastruktur gas hanya dimiliki oleh PGN. Sejauh inipun hanya PGN yang mampu melakukan pengembangan.
"PGN setuju dengan masalah peraturan UU yang berlaku. Cuma dalam rangka menerapkan ketentuan ini tentu juga diperhatikan perkembangan saat ini, kan Indonesia masih membangun," kata Heri kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Senin 6 Agustus 2012 malam.
Menurutnya, bersatunya posisi trader dan transporter sebenarnya dibutuhkan untuk menghindari subsidi silang karena lintas struktur. Harapannya, pemerintah dapat menunggu hingga infrastruktur terpenuhi.
"Sebetulnya bukan masalah waktu yang jadi concern, tapi lihat tahapan dulu seperti di Amerika tunggu infrastrukturnya siap. Jika belum siap sudah dibuka nanti tidak ada yang mau membangun," jelasnya.
Maka dari itu, dirinya menegaskan persoalan gas, jangan hanya dikatakan pada PGN saja. Akan tetapi, bagaimana mempercepat pengembangan infrastruktur.
Sekretaris Perusahaan PT PGN Heri Yusup, membenarkan hal tersebut. Namun, pemerintah harus mempertimbangkan infrastruktur gas hanya dimiliki oleh PGN. Sejauh inipun hanya PGN yang mampu melakukan pengembangan.
"PGN setuju dengan masalah peraturan UU yang berlaku. Cuma dalam rangka menerapkan ketentuan ini tentu juga diperhatikan perkembangan saat ini, kan Indonesia masih membangun," kata Heri kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Senin 6 Agustus 2012 malam.
Menurutnya, bersatunya posisi trader dan transporter sebenarnya dibutuhkan untuk menghindari subsidi silang karena lintas struktur. Harapannya, pemerintah dapat menunggu hingga infrastruktur terpenuhi.
"Sebetulnya bukan masalah waktu yang jadi concern, tapi lihat tahapan dulu seperti di Amerika tunggu infrastrukturnya siap. Jika belum siap sudah dibuka nanti tidak ada yang mau membangun," jelasnya.
Maka dari itu, dirinya menegaskan persoalan gas, jangan hanya dikatakan pada PGN saja. Akan tetapi, bagaimana mempercepat pengembangan infrastruktur.
(gpr)
Lihat Juga :