Investasi FSRU Lampung bakal lebih mahal
Selasa, 07 Agustus 2012 - 09:10 WIB
Investasi FSRU Lampung bakal lebih mahal
A
A
A
Sindonews.com - PT Perusahaan Gas Nasional (PGN) Tbk memperkirakan nilai investasi proyek untuk terminal terapung gas alam cair (Floating Storage Regasification Unit/FSRU) di Lampung akan lebih mahal dibandingkan FSRU Belawan, Sumatera Utara. Hal ini disebabkan adanya biaya tambahan akibat relokasi FSRU dari Belawan ke Lampung.
Direktur Teknologi dan Pengembangan PGN DJoko Saputro menuturkan, FSRU Lampung nantinya akan dirancang dengan desain baru. Selain itu juga ada penambahan kapasitas, dan pembangunan pipa serta beberapa hal teknis yang terkait dengan kebutuhan di lokasi tersebut.
"Jadi FSRU di lampung akan di desain dengan baru, sesuai dengan lokasi, kemudian kapasitas dan lain-lain," kata Djoko di kantornya, Jakarta, Senin 6 Agustus 2012 malam.
Sejauh ini, Djoko menuturkan bahwa pihaknya belum berani mengumumkan angka investasi. Sebab, pihaknya masih melakukan negosiasi dengan pihak penyedia kapal LNG (provider), yakni Hoegh, penyedia kapal yang sama dengan FSRU Belawan, terkait revisi biaya proyek ini.
"Tapi sampai sekarang pihak Hoegh masih belum memberikan proposal ke PGN," tegasnya.
Dia menambahkan, jika nantinya Hoegh menyerahkan proposal, maka perseroan akan mengkaji kembali proposal tersebut, dan ditargetkan pada September kesepakatan antar kedua belah pihak bisa tercapai. "Jadi sekarang kita kerjakan dulu persoalan teknisnya," pungkas Djoko.
Direktur Teknologi dan Pengembangan PGN DJoko Saputro menuturkan, FSRU Lampung nantinya akan dirancang dengan desain baru. Selain itu juga ada penambahan kapasitas, dan pembangunan pipa serta beberapa hal teknis yang terkait dengan kebutuhan di lokasi tersebut.
"Jadi FSRU di lampung akan di desain dengan baru, sesuai dengan lokasi, kemudian kapasitas dan lain-lain," kata Djoko di kantornya, Jakarta, Senin 6 Agustus 2012 malam.
Sejauh ini, Djoko menuturkan bahwa pihaknya belum berani mengumumkan angka investasi. Sebab, pihaknya masih melakukan negosiasi dengan pihak penyedia kapal LNG (provider), yakni Hoegh, penyedia kapal yang sama dengan FSRU Belawan, terkait revisi biaya proyek ini.
"Tapi sampai sekarang pihak Hoegh masih belum memberikan proposal ke PGN," tegasnya.
Dia menambahkan, jika nantinya Hoegh menyerahkan proposal, maka perseroan akan mengkaji kembali proposal tersebut, dan ditargetkan pada September kesepakatan antar kedua belah pihak bisa tercapai. "Jadi sekarang kita kerjakan dulu persoalan teknisnya," pungkas Djoko.
(and)
Lihat Juga :