BI Rate Agustus masih di angka 5,75%
Kamis, 09 Agustus 2012 - 14:39 WIB
BI Rate Agustus masih di angka 5,75%
A
A
A
Sindonews.com - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan BI Rate di bulan Agustus 2012 pada angka 5,75 persen. Angka tersebut bertahan seperti yang terjadi pada bulan-bulan sebelumnya.
"Tingkat suku bunga tersebut dipandang masih konsisten dengan tekanan inflasi yang rendah dan terkendali sesuai dengan sasaran inflasi tahun 2012 dan 2013, yaitu 4,5 peresn ± 1 peresn," kata Direktur Eksekutif Bank Indonesia, Dodi Budi Waluyo dalam siaran pers, Kamis (9/8/2012).
Pada sisi eksternal, dia mengatakan BI mewaspadai meningkatnya defisit transaksi berjalan akibat melambatnya ekspor akibat penurunan kinerja ekonomi global di tengah impor yang tumbuh tinggi sejalan dengan kuatnya permintaan domestik.
Sebagai antisipasi, BI memperkuat langkah-langkah kebijakan untuk mendorong penyesuaian keseimbangan eksternal agar defisit transaksi berjalan kembali ke tingkat yang sustainable.
"Bank Indonesia akan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan kondisi fundamental untuk mendukung penyesuaian keseimbangan eksternal tersebut," jelasnya.
Terkait pengelolaan permintaan domestik, BI dengan pemerintah dipastikan selalu berkoordinasi agar tetap sejalan dengan upaya menjaga kestabilan ekonomi makro dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Dengan langkah-langkah kebijakan tersebut, tekanan neraca pembayaran diperkirakan akan kembali berkurang dalam paruh kedua tahun 2012," pungkasnya.
"Tingkat suku bunga tersebut dipandang masih konsisten dengan tekanan inflasi yang rendah dan terkendali sesuai dengan sasaran inflasi tahun 2012 dan 2013, yaitu 4,5 peresn ± 1 peresn," kata Direktur Eksekutif Bank Indonesia, Dodi Budi Waluyo dalam siaran pers, Kamis (9/8/2012).
Pada sisi eksternal, dia mengatakan BI mewaspadai meningkatnya defisit transaksi berjalan akibat melambatnya ekspor akibat penurunan kinerja ekonomi global di tengah impor yang tumbuh tinggi sejalan dengan kuatnya permintaan domestik.
Sebagai antisipasi, BI memperkuat langkah-langkah kebijakan untuk mendorong penyesuaian keseimbangan eksternal agar defisit transaksi berjalan kembali ke tingkat yang sustainable.
"Bank Indonesia akan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan kondisi fundamental untuk mendukung penyesuaian keseimbangan eksternal tersebut," jelasnya.
Terkait pengelolaan permintaan domestik, BI dengan pemerintah dipastikan selalu berkoordinasi agar tetap sejalan dengan upaya menjaga kestabilan ekonomi makro dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Dengan langkah-langkah kebijakan tersebut, tekanan neraca pembayaran diperkirakan akan kembali berkurang dalam paruh kedua tahun 2012," pungkasnya.
(gpr)