BI nilai pertumbuhan ekonomi RI baik
Kamis, 09 Agustus 2012 - 15:26 WIB
BI nilai pertumbuhan ekonomi RI baik
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) masih cukup percaya diri terhadap kinerja perekonomian Indonesia ditengah perlambatan ekonomi dan ketidakpastian keuangan global. Apalagi dengan pencapaian angka 6,4 persen pada triwulan II 2012 yang ditopang oleh investasi dan konsumsi domestik yang tinggi.
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi diprakirakan berada pada kisaran 6,1-6,5 persen tahun 2012, dan terakselerasi pada kisaran 6,3-6,7 persen tahun 2013.
"Dewan Gubernur menilai kinerja perekonomian Indonesia masih tetap kuat di tengah perlambatan ekonomi dan ketidakpastian keuangan global," kata Direktur Eksekutif Bank Indonesia, Dodi Budi Waluyo dalam siaran pers, Kamis (9/8/2012).
Dirinya mengakui, pertumbuhan ekspor menurun tajam karena juga melambatnya ekonomi global dan turunnya harga komoditas global. Akan tetapi kekuatan pertumbuhan impor juga berdampak positif. "Pertumbuhan tinggi ya diikuti dengan pertumbuhan impor yang cukup tinggi," jelasnya.
Sedangkan pada sisi sektoral, pertumbuhan ekonomi masih ditopang oleh tiga sektor utama, yaitu sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR), serta sektor pengangkutan dan komunikasi.
"Tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut terutama didukung oleh tetap kuatnya konsumsi dan investasi," pungkasnya.
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi diprakirakan berada pada kisaran 6,1-6,5 persen tahun 2012, dan terakselerasi pada kisaran 6,3-6,7 persen tahun 2013.
"Dewan Gubernur menilai kinerja perekonomian Indonesia masih tetap kuat di tengah perlambatan ekonomi dan ketidakpastian keuangan global," kata Direktur Eksekutif Bank Indonesia, Dodi Budi Waluyo dalam siaran pers, Kamis (9/8/2012).
Dirinya mengakui, pertumbuhan ekspor menurun tajam karena juga melambatnya ekonomi global dan turunnya harga komoditas global. Akan tetapi kekuatan pertumbuhan impor juga berdampak positif. "Pertumbuhan tinggi ya diikuti dengan pertumbuhan impor yang cukup tinggi," jelasnya.
Sedangkan pada sisi sektoral, pertumbuhan ekonomi masih ditopang oleh tiga sektor utama, yaitu sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR), serta sektor pengangkutan dan komunikasi.
"Tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut terutama didukung oleh tetap kuatnya konsumsi dan investasi," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :