Wamen ESDM puji mobil listrik Dahlan
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 14:36 WIB
Wamen ESDM puji mobil listrik Dahlan
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengakui keunggulan proyek mobil listrik yang dimotori oleh Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan. Jika terpaksa dibandingkan dengan proyek konversi ke Bahan Bakar Gas (BBG), dia merasa mobil listrik lebih efektif.
"Kalau dibandingkan ya memang lebih efektif mobil listrik," kata Rudi kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (10/8/2012).
Rudi menjelaskan, mobil listrik sangat mudah dalam penyediaan infrastruktur pendukung dan pelaksanaan di lapangan. Misalnya, Rudi mencontohkan, dalam pengisian Bahan Bakar Listrik, hanya mencari Sarana Pengisian Listrik Umum (SPLU) terdekat dan menyambungkan aliran listrik ke kendaraan.
"Efektif mobil listrik karena gampang tinggal nyolok saja. Di mana-mana bisa, di pinggir jalan juga bisa kan kalo ada stop kontaknya," jelasnya.
Akan tetapi, dia menegaskan, kedua kendaraan ini merupakan alat untuk mengalihkan BBM ke energi lain. Nantinya ditargetkan, dapat mengurangi konsumsi BBM bersubsidi yang saat ini diketahui sudah melampaui kuota.
"Tetap jalan dong. Kan semuanya boleh kecuali yang memakai premium. Kendaraan gas atau listrik itu boleh," pungkasnya.
"Kalau dibandingkan ya memang lebih efektif mobil listrik," kata Rudi kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (10/8/2012).
Rudi menjelaskan, mobil listrik sangat mudah dalam penyediaan infrastruktur pendukung dan pelaksanaan di lapangan. Misalnya, Rudi mencontohkan, dalam pengisian Bahan Bakar Listrik, hanya mencari Sarana Pengisian Listrik Umum (SPLU) terdekat dan menyambungkan aliran listrik ke kendaraan.
"Efektif mobil listrik karena gampang tinggal nyolok saja. Di mana-mana bisa, di pinggir jalan juga bisa kan kalo ada stop kontaknya," jelasnya.
Akan tetapi, dia menegaskan, kedua kendaraan ini merupakan alat untuk mengalihkan BBM ke energi lain. Nantinya ditargetkan, dapat mengurangi konsumsi BBM bersubsidi yang saat ini diketahui sudah melampaui kuota.
"Tetap jalan dong. Kan semuanya boleh kecuali yang memakai premium. Kendaraan gas atau listrik itu boleh," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :