Pemerintah ragu target pertumbuhan ekonomi tercapai
Selasa, 14 Agustus 2012 - 14:15 WIB
Pemerintah ragu target pertumbuhan ekonomi tercapai
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah sepertinya mulai goyang dengan asumsi makro 6,8-7,2 persen pada pertumbuhan ekonomi di RAPBN 2013. Pasalnya, hingga saat ini perekonomian global masih belum ada titik cerah untuk lepas dari krisis.
Menteri Keuangan, Agus Martowardojo mengatakan, angka pertumbuhan ekonomi yang diajukan memang cukup tinggi. Saat diajukan itu bukan tanpa alasan, namun di berbagai pertimbangan seperti bulan Mei dan Juni lalu ekonomi dunia cukup positif.
"Angka 6,8-7,2 persen cukup tinggi. Karena pada bulan Mei hingga Juni, itu kondisi ekonomi dunia menunjukan yang cukup positif," ujarnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (14/8/2012).
Akan tetapi, lanjut Agus, prediksi ekonomi global tidak sesuai yang diharapkan. Hingga sekarang terlihat penurunan dan semakin buram untuk membalikkan kondisi krisis Eropa dan Amerika. "Tapi setelah itu terjadi penurunan terus," tambahnya.
Dirinya belum dapat menyebutkan akan ada perubahan pada asumsi tersebut. Selanjutnya pembahasan menurutnya akan dilakukan bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk menetapkan setelah pembacaan nota keuangan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Oleh karena itu, kita harus mencari dan menetapkan di pertumbuhan ekonomi berapa yang akan dicapai oleh Indonesia di 2013. Ini tentunya merupakan suatu usulan dari pemerintah, dan nantinya bagaimana mencapai angka tersebut," pungkasnya.
Menteri Keuangan, Agus Martowardojo mengatakan, angka pertumbuhan ekonomi yang diajukan memang cukup tinggi. Saat diajukan itu bukan tanpa alasan, namun di berbagai pertimbangan seperti bulan Mei dan Juni lalu ekonomi dunia cukup positif.
"Angka 6,8-7,2 persen cukup tinggi. Karena pada bulan Mei hingga Juni, itu kondisi ekonomi dunia menunjukan yang cukup positif," ujarnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (14/8/2012).
Akan tetapi, lanjut Agus, prediksi ekonomi global tidak sesuai yang diharapkan. Hingga sekarang terlihat penurunan dan semakin buram untuk membalikkan kondisi krisis Eropa dan Amerika. "Tapi setelah itu terjadi penurunan terus," tambahnya.
Dirinya belum dapat menyebutkan akan ada perubahan pada asumsi tersebut. Selanjutnya pembahasan menurutnya akan dilakukan bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk menetapkan setelah pembacaan nota keuangan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Oleh karena itu, kita harus mencari dan menetapkan di pertumbuhan ekonomi berapa yang akan dicapai oleh Indonesia di 2013. Ini tentunya merupakan suatu usulan dari pemerintah, dan nantinya bagaimana mencapai angka tersebut," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :