PLN sewa PLTU 2x30 MW di Babel
Rabu, 15 Agustus 2012 - 18:31 WIB
PLN sewa PLTU 2x30 MW di Babel
A
A
A
Sindonews.com - PT PLN (Persero) siap untuk menyewa PLTU Air 2x30 Megawatt yang terletak Desa Air Anyer, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Propinsi Bangka Belitung. Langkah ini diambil dalam rangka meningkatnya kapasitas pasokan listrik di kepulauan Bangka-Belitung.
Rencananya, PLTU Sewa ini akan dibangun oleh Konsorsium PT. Capital Turbines Indonesia dan PT Odira Energy Persada. Proses penandatangan perjanjian kerjasama dilakukan oleh Direktur Utama PLN Nur Pamudji bersama Direktur Utama PT Capital Turbines Indonesia Djani Sutedja di Kantor Pusat PLN.
"Saya harapkan, PLTU ini bisa dibangun dengan cepat, mengingat pertumbuhan listrik yang semakin cepat pula. Saat ini pertumbuhan listrik mencapai 9,2 persen. Agar suplai listrik bisa cepat, diperlukan cara baru pelelangan pengadaan pembangkit. Kan, kita tahu berapa kebutuhan PLTU yang akan dibangun dalam lima tahun mendatang. Kenapa tidak lelangnya disekaliguskan misalnya satu kali lelang untuk 30 PLTU yang skala kecil," kata Nur Pamudji dalam keterangan tertulisnya kepada Sindonews, Rabu (15/8/2012).
PLTU Sewa Air Anyer nantinya akan menyuplai energi listrik ke Sistem Bangka Belitung sebesar ± 350,4 GWh per tahun dan PLN akan menyewa PLTU ini selama 9 tahun dengan nilai kontrak sewa sebesar 5.5550 Cent USD/kWh.
Penjaminan pelaksanaan dilakukan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung sebesar USD 973,236. Proyek ini dijadwalkan COD (Commercial Operation Date) untuk unit 1 adalah 24 bulan setelah dimulainya pelaksanaan pembangunan konstruksi dan untuk unit 2 sekitar 26 bulan.
"Adapun Jangka waktu pembangunan PLTU Sewa Air Anyer 2 x 30 MW untuk pelaksanaan kontruksi adalah selama 2 tahun," jelasnya.
Sementara itu, Dirut PT Capital Turbines Indonesia, Djani Sutedja, sebagai perwakilan konsorsium yang membangun PLTU Air Anyer ini menyampaikan tekadnya untuk melaksanakan pembangunan secepat mungkin.
"Kami upayakan pembangunannya dapat dilakukan secepat mungkin dengan kualitas terbaik. Karena kami pun mempunyai pengalaman dalam pengembangan listrik di Pulau Bintan. Terima kasih atas kepercayaan PLN kepada kami," pungkasnya.
Rencananya, PLTU Sewa ini akan dibangun oleh Konsorsium PT. Capital Turbines Indonesia dan PT Odira Energy Persada. Proses penandatangan perjanjian kerjasama dilakukan oleh Direktur Utama PLN Nur Pamudji bersama Direktur Utama PT Capital Turbines Indonesia Djani Sutedja di Kantor Pusat PLN.
"Saya harapkan, PLTU ini bisa dibangun dengan cepat, mengingat pertumbuhan listrik yang semakin cepat pula. Saat ini pertumbuhan listrik mencapai 9,2 persen. Agar suplai listrik bisa cepat, diperlukan cara baru pelelangan pengadaan pembangkit. Kan, kita tahu berapa kebutuhan PLTU yang akan dibangun dalam lima tahun mendatang. Kenapa tidak lelangnya disekaliguskan misalnya satu kali lelang untuk 30 PLTU yang skala kecil," kata Nur Pamudji dalam keterangan tertulisnya kepada Sindonews, Rabu (15/8/2012).
PLTU Sewa Air Anyer nantinya akan menyuplai energi listrik ke Sistem Bangka Belitung sebesar ± 350,4 GWh per tahun dan PLN akan menyewa PLTU ini selama 9 tahun dengan nilai kontrak sewa sebesar 5.5550 Cent USD/kWh.
Penjaminan pelaksanaan dilakukan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung sebesar USD 973,236. Proyek ini dijadwalkan COD (Commercial Operation Date) untuk unit 1 adalah 24 bulan setelah dimulainya pelaksanaan pembangunan konstruksi dan untuk unit 2 sekitar 26 bulan.
"Adapun Jangka waktu pembangunan PLTU Sewa Air Anyer 2 x 30 MW untuk pelaksanaan kontruksi adalah selama 2 tahun," jelasnya.
Sementara itu, Dirut PT Capital Turbines Indonesia, Djani Sutedja, sebagai perwakilan konsorsium yang membangun PLTU Air Anyer ini menyampaikan tekadnya untuk melaksanakan pembangunan secepat mungkin.
"Kami upayakan pembangunannya dapat dilakukan secepat mungkin dengan kualitas terbaik. Karena kami pun mempunyai pengalaman dalam pengembangan listrik di Pulau Bintan. Terima kasih atas kepercayaan PLN kepada kami," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :