Yunani didesak lakukan reformasi
Sabtu, 25 Agustus 2012 - 12:02 WIB
Yunani didesak lakukan reformasi
A
A
A
Sindonews.com - Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Francois Hollande mendesak Yunani untuk melaksanakan reformasi guna mendapatkan dana talangan (bailout) bulan depan dari pemberi pinjaman internasional.
Para pemberi dana tersebut adalah Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF), Uni Eropa,dan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB).
”Athena tidak dapat mengharapkan kelonggaran perjanjian bailout kecuali tetap melaksanakan perjanjian bailout,” ujar Merkel dan Hollande dalam pernyataan resmi seperti dikutip BBC, Kamis (23/8) malam waktu setempat.
Sebelumnya kedua pemimpin menggelar pertemuan untuk membahas apakah Yunani harus mendapatkan lebih banyak waktu guna menerapkan pemangkasan anggarannya. PM Yunani Antonis Samaras sebelumnya meminta perpanjangan waktu dua tahun untuk menyelesaikan reformasi yang merupakan persyaratan untuk menerima bailout.
Saat ini para pemberi pinjaman tengah melakukan pemantauan mengenai kemajuan Yunani dalam melaksanakan program reformasinya. Merkel mengungkapkan, baginya sangat penting bahwa Yunani melaksanakan komitmennya. Dia juga menginginkan Athena yang tengah berjuang keluar dari krisis utang untuk tetap berada di blok mata uang tunggal.
”Saya ingin Yunani agar tetap berada di zona euro. Namun semua saya serahkan kepada masyarakat Yunani apakah mempunyai keinginan yang sama dengan melakukan upaya yang diperlukan agar mencapai tujuan,” papar Merkel.
Senada dengan Merkel, Hollande juga mengharapkan agar Yunani tetap menjadi bagian dari 17 negara anggota zona euro, tetapi Negeri Dewa-Dewa tersebut harus melakukan upaya yang diperlukan.
Sekadar informasi, saat ini Yunani tengah berusaha untuk menghemat anggaran sebesar 11,5 miliar euro (USD14,4 miliar) selama dua tahun ke depan. Selain itu, negara tersebut juga membutuhkan dana untuk membayar utang-utangnya dan menghindari gagal bayar (default).
Pada saat yang sama, menanggapi permintaan perpanjangan waktu dari Samaras, Ketua Grup Uni Eropa Jean-Claude Juncker mengutarakan, keputusan mengenai perpanjangan tergantung pada laporan dari para pemberi pinjaman. ”Kami harus membahas panjang tentang periode dan dimensi lain,” tegasnya.
Dia menambahkan, saat ini Yunani tengah menghadapi kesempatan terakhir untuk membuat perubahan yang diperlukan. Namun Juncker juga memuji upaya Athena sejauh ini untuk memotong defisit anggaran.
Para pemberi dana tersebut adalah Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF), Uni Eropa,dan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB).
”Athena tidak dapat mengharapkan kelonggaran perjanjian bailout kecuali tetap melaksanakan perjanjian bailout,” ujar Merkel dan Hollande dalam pernyataan resmi seperti dikutip BBC, Kamis (23/8) malam waktu setempat.
Sebelumnya kedua pemimpin menggelar pertemuan untuk membahas apakah Yunani harus mendapatkan lebih banyak waktu guna menerapkan pemangkasan anggarannya. PM Yunani Antonis Samaras sebelumnya meminta perpanjangan waktu dua tahun untuk menyelesaikan reformasi yang merupakan persyaratan untuk menerima bailout.
Saat ini para pemberi pinjaman tengah melakukan pemantauan mengenai kemajuan Yunani dalam melaksanakan program reformasinya. Merkel mengungkapkan, baginya sangat penting bahwa Yunani melaksanakan komitmennya. Dia juga menginginkan Athena yang tengah berjuang keluar dari krisis utang untuk tetap berada di blok mata uang tunggal.
”Saya ingin Yunani agar tetap berada di zona euro. Namun semua saya serahkan kepada masyarakat Yunani apakah mempunyai keinginan yang sama dengan melakukan upaya yang diperlukan agar mencapai tujuan,” papar Merkel.
Senada dengan Merkel, Hollande juga mengharapkan agar Yunani tetap menjadi bagian dari 17 negara anggota zona euro, tetapi Negeri Dewa-Dewa tersebut harus melakukan upaya yang diperlukan.
Sekadar informasi, saat ini Yunani tengah berusaha untuk menghemat anggaran sebesar 11,5 miliar euro (USD14,4 miliar) selama dua tahun ke depan. Selain itu, negara tersebut juga membutuhkan dana untuk membayar utang-utangnya dan menghindari gagal bayar (default).
Pada saat yang sama, menanggapi permintaan perpanjangan waktu dari Samaras, Ketua Grup Uni Eropa Jean-Claude Juncker mengutarakan, keputusan mengenai perpanjangan tergantung pada laporan dari para pemberi pinjaman. ”Kami harus membahas panjang tentang periode dan dimensi lain,” tegasnya.
Dia menambahkan, saat ini Yunani tengah menghadapi kesempatan terakhir untuk membuat perubahan yang diperlukan. Namun Juncker juga memuji upaya Athena sejauh ini untuk memotong defisit anggaran.
(gpr)
Lihat Juga :