BEI: Penyatuan zona waktu tidak pengaruhi bursa

Sabtu, 25 Agustus 2012 - 14:27 WIB
BEI: Penyatuan zona...
BEI: Penyatuan zona waktu tidak pengaruhi bursa
A A A
Sindonews.com - Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, peraturan pembukaan jam perdagangan dengan penggabungan zona waktu merupakan hal yang berbeda karena tidak ada kaitannya.

Menurut Ito, majunya jam perdagangan dapat memperkecil efek sentimen negatif dari pembukaan bursa Singapura dan Hong Kong yang dibuka lebih dulu. ”Selama ini pengaruh bursa Hong Kong dan Singapura terhadap IHSG sangat besar. Jika mereka dibuka jatuh, kita juga ikutan jatuh karena investor cenderung menahan,” ujar Ito saat ditemui wartawan diKantor BEI, Jakarta, kemarin.

Menurut Ito, penyatuan zona waktu secara nasional dianggap tidak memiliki pengaruh terhadap volume transaksi di bursa. Investor bisa bertransaksi kapan saja dan di mana saja. ”Tidak ada pengaruhnya (penyatuan zona waktu) karena tidak ada data empiris yang mendukung. Kalau ada asumsi bahwa zona waktu menguntungkan untuk bursa, saya pikir itu asumsi yang keliru,” tegasnya.

Dia menjelaskan, jam pembukaan perdagangan bursa dari sebelumnya pukul 09.30 WIB menjadi 09.00 WIB masih memungkinkan untuk diterapkan lebih dulu sebelum penyatuan zonawaktunasionalke satuzona Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA). ”Kita tidak tergantung pada rencana pemerintah, hanya saja akan lebih baik jika bisa bersama-sama supaya kita tidak kerja dua kali,” katanya.

Namun, Ito menegaskan, jika rencana pemerintah ini belum juga terwujud, pihaknya siap untuk merilis aturan jam perdagangan lebih dulu. Sayangnya, dia belum bisa menyatakan kapan pemberlakuan aturan jam perdagangan tersebut bisa rampung. ”Kita lihat saja perkembangannya karena faktornya bukan internal bursa saja,” tegasnya.

Namun, jika BEI mendahului pemerintah untuk memajukan jam perdagangan menjadi 09.00 WIB, nantinya BEI harus melakukan revisi ulang menjadi 08.00 WITA ketika penyatuan zona waktu telah direalisasikan. ”Berarti nanti kita melakukan pekerjaan dua kali dengan tidak efisien,” jelasnya.

Sementara, Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK Yunita Linda Sari mengatakan, peraturan di percepatnya jam perdagangan BEI masih dalam proses harmonisasi dengan peraturan-peraturan lain yang sudah ada yang dikoordinasi oleh Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum Bapepam-LK. Selain itu, Ketua Bapepam- LK Ngalim Sawega mengatakan, pihaknya akan mengkaji sekaligus melakukan berbagai masukan-masukan dan data. Dari hasil kajian itu, terlihat suplai dan permintaan pelaku pasar yang menginginkan perubahan jam perdagangan. Menurutnya, jika penjual dan pembeli banyak yang menginginkan perubahan jam perdagangan bursa, maka pihaknya akan mengikuti permintaan tersebut.

Dia mengungkapkan perubahan jam perdagangan bursa harus mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk untung dan ruginya bagi pelaku pasar, sehingga dalam penerapannya harus berhati-hati. Selain berhati-hati, Bapepam- LK juga masih menunggu rencana pemerintah yang akan melakukan penyeragaman zona waktudiIndonesiamenjadi Waktu Indonesia Tengah (WITA).

Sebelumnya, Kadiv Humas dan Promosi Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) Edib Muslim mengatakan, zona waktu yang akan digunakan adalah GMT+8 atau WITA. Menurutnya, patokan WITA diambil karena zona tersebut berada di tengah-tengah antara WIB dan WIT. Edib menilai, penggunaan tiga zona waktu seperti saat ini kurang efektif dari sisi bisnis dan ekonomi, terutama bisnis pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, waktu akses bisnis antara wilayah yang masuk WIT dan WIB sangat terbatas.(dna)
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penonton Music Zone...
Penonton Music Zone Okezone Bersorak Saat Meiska Adinda Nyayikan Lagu 'Keras Kepala'
Buka Music Zone, Mikki...
Buka Music Zone, Mikki Zia Ajak Penonton Nyanyi Bareng
5 Ramalan Time Traveler...
5 Ramalan 'Time Traveler' yang Bikin Heboh, dari Covid hingga Perang Dunia III
Kepemimpinan Kolektif...
Kepemimpinan Kolektif Solusi Penyatuan Peradi
5 Orang yang Mengaku...
5 Orang yang Mengaku sebagai Time Traveler, Ada yang Berfoto dengan Dirinya pada Masa Depan
Rekomendasi Film tentang...
Rekomendasi Film tentang Time Traveler, dari Komedi hingga Thriller
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
45 menit yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
1 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
2 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
3 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
3 jam yang lalu
Infografis
Mengenal Palung Filipina,...
Mengenal Palung Filipina, Zona Gempa M7,6 Pemicu Tsunami
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved