Pengusaha minta besaran TTL disesuaikan
Sabtu, 25 Agustus 2012 - 15:39 WIB
Pengusaha minta besaran TTL disesuaikan
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Harry Warganegara angkat bicara mengenai rencana pemerintah yang akan menaikkan tarif tenaga listrik (TTL) secara bertahap per kuartal pada tahun depan. Menurutnya kenaikan tarif listrik sebaiknya tidak dilakukan secara bertahap tapi sekaligus. Sehingga, para pelaku usaha bisa lebih mudah menyusun rencana bisnisnya dalam setahun ke depan.
Besar kenaikan tarif listrik juga sebaiknya diberlakukan secara berbeda untuk sektor industri kecil. Hal tersebut, kata dia, sama halnya dengan besaran pajak dan suku bunga bank yang juga harus dibedakan bagi sektor industri berskala kecil. ”Memang konsekuensinya, pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) diiringi penurunan subsidi pemerintah supaya sehat keuangan negara dan bisa dipakai untuk hak yang lebih urgen dari anggaran tersebut. Jadi, tarif listrik naik,” katanya ketika dihubungi kemarin.
Dia menambahkan, sejauh ini Hipmi belum diajak secara resmi oleh pemerintah untuk membahas masalah kenaikan tarif listrik. Sementara, Wakil Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani mengatakan, kenaikan tarif listrik yang direncanakan tahun depan harus diberlakukan secara merata, atau tidak hanya dibebankan kepada para pelaku industri nasional. ”Kami belum bicara secara formal dengan pemerintah soal kenaikan tarif listrik itu,” ujarnya.
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pihaknya akan mengajak para pelaku usaha nasional membahas masalah kenaikan tarif listrik. Hidayat memahami bahwa pelaku usaha merasa keberatan menghadapi kenaikan tarif listrik, namun dia berharap pengusaha bisa mengerti hal itu dengan baik. Hidayat pun akan bertemu dengan Apindo serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dalam sebuah diskusi terbuka. Diskusi tersebut nantinya akan membahas sejumlah masalah, seperti mengenai cara atau skema kenaikan tarif listrik dan aturan apa saja yang bisa mengompensasikan kenaikan itu.
Menurut Hidayat, pihaknya akan menjelaskan secara baikbaik dan mendengarkan semua usulan para pelaku usaha, sama halnya saat pembahasan kenaikan harga gas bagi industri. ”Tahun depan kita subsidi Rp300 triliun lebih, yang Rp100 triliun listrik, sisanya BBM. Jadi kalau kita mau sehat tahun depan, memang harus dinaikkan Rp100 triliun,” kata Hidayat di Jakarta kemarin. Seperti diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan nota keuangan dan RAPBN 2013 akhir pekan lalu mengungkapkan, penyesuaian tarif listrik bertujuan menurunkan beban subsidi energi.
”Pemerintah mengusulkan penurunan beban subsidi listrik melalui penyesuaian tarif tenaga listrik secara otomatis setiap triwulan,” kata Presiden. Kepala Negara menambahkan, penurunan anggaran subsidi diperlukan untuk menjaga keuangan negara agar tetap sehat dan berkesinambungan. Penurunan anggaran subsidi juga diharapkan bisa mengurangi jumlah subsidi yang sering tidak tepat sasaran. Presiden menyebutkan, subsidi listrik pada RAPBN 2013 dianggarkan mencapai Rp80,9 triliun, meningkat dibandingkan APBN-P 2012 yang sebesar Rp 65 triliun.
Menteri ESDM Jero Wacik sebelumnya mengatakan, rencana kenaikan tarif listrik masih menunggu persetujuan DPR. Dia mengungkapkan bahwa tarif listrik akan dinaikkan kirakira sebesar 4 persen tiap kuartal pada tahun depan. Kenaikan tersebut menurutnya tidak akan memberatkan masyarakat dan memberikan efek kepada anggaran negara.(dna)
Besar kenaikan tarif listrik juga sebaiknya diberlakukan secara berbeda untuk sektor industri kecil. Hal tersebut, kata dia, sama halnya dengan besaran pajak dan suku bunga bank yang juga harus dibedakan bagi sektor industri berskala kecil. ”Memang konsekuensinya, pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) diiringi penurunan subsidi pemerintah supaya sehat keuangan negara dan bisa dipakai untuk hak yang lebih urgen dari anggaran tersebut. Jadi, tarif listrik naik,” katanya ketika dihubungi kemarin.
Dia menambahkan, sejauh ini Hipmi belum diajak secara resmi oleh pemerintah untuk membahas masalah kenaikan tarif listrik. Sementara, Wakil Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani mengatakan, kenaikan tarif listrik yang direncanakan tahun depan harus diberlakukan secara merata, atau tidak hanya dibebankan kepada para pelaku industri nasional. ”Kami belum bicara secara formal dengan pemerintah soal kenaikan tarif listrik itu,” ujarnya.
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pihaknya akan mengajak para pelaku usaha nasional membahas masalah kenaikan tarif listrik. Hidayat memahami bahwa pelaku usaha merasa keberatan menghadapi kenaikan tarif listrik, namun dia berharap pengusaha bisa mengerti hal itu dengan baik. Hidayat pun akan bertemu dengan Apindo serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dalam sebuah diskusi terbuka. Diskusi tersebut nantinya akan membahas sejumlah masalah, seperti mengenai cara atau skema kenaikan tarif listrik dan aturan apa saja yang bisa mengompensasikan kenaikan itu.
Menurut Hidayat, pihaknya akan menjelaskan secara baikbaik dan mendengarkan semua usulan para pelaku usaha, sama halnya saat pembahasan kenaikan harga gas bagi industri. ”Tahun depan kita subsidi Rp300 triliun lebih, yang Rp100 triliun listrik, sisanya BBM. Jadi kalau kita mau sehat tahun depan, memang harus dinaikkan Rp100 triliun,” kata Hidayat di Jakarta kemarin. Seperti diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan nota keuangan dan RAPBN 2013 akhir pekan lalu mengungkapkan, penyesuaian tarif listrik bertujuan menurunkan beban subsidi energi.
”Pemerintah mengusulkan penurunan beban subsidi listrik melalui penyesuaian tarif tenaga listrik secara otomatis setiap triwulan,” kata Presiden. Kepala Negara menambahkan, penurunan anggaran subsidi diperlukan untuk menjaga keuangan negara agar tetap sehat dan berkesinambungan. Penurunan anggaran subsidi juga diharapkan bisa mengurangi jumlah subsidi yang sering tidak tepat sasaran. Presiden menyebutkan, subsidi listrik pada RAPBN 2013 dianggarkan mencapai Rp80,9 triliun, meningkat dibandingkan APBN-P 2012 yang sebesar Rp 65 triliun.
Menteri ESDM Jero Wacik sebelumnya mengatakan, rencana kenaikan tarif listrik masih menunggu persetujuan DPR. Dia mengungkapkan bahwa tarif listrik akan dinaikkan kirakira sebesar 4 persen tiap kuartal pada tahun depan. Kenaikan tersebut menurutnya tidak akan memberatkan masyarakat dan memberikan efek kepada anggaran negara.(dna)
(and)
Lihat Juga :