PTBA alihkan ekspor China ke India
Senin, 27 Agustus 2012 - 12:20 WIB
PTBA alihkan ekspor China ke India
A
A
A
Sindonews.com - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berencana untuk meningkatkan ekspor batu bara ke India, menyusul kebutuhan yang juga ikut meningkat. Apalagi dengan terjadinya pemadaman listrik di separuh India.
"Kebutuhan di India malah meningkat. Itu kan menyusul pemadaman separuh India ya. Itu juga menggambarkan bahwa tingkat kebutuhan mereka itu meningkat," kata Direktur Utama PT BA Milawarman kepada wartawan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (27/8/2012)
Dia belum dapat menyebutkan secara pasti angka kenaikan ekspor tersebut. Namun tambahan batubara, menurutnya akan diambil dari ekspor ke China Selatan yang diketahui sudah menurun.
"China selatan memang menurun karena industri di mereka dan ekonomi sedang menurun," jelasnya.
Sehingga, pembagian distribusi batu bara masih tetap terbagi atas 65 persen domestik dan 35 persen ekspor. Ekspor tambahan ke India pun juga lebih pada spot, bukan 80 persen kontrak yang sudah ada.
Terkait produksi, Mulawarman mengaku tidak memiliki target yang terlalu berlebihan. Produksi akan disesuaikan dengan permintaan.
"Yang penting sekarang kita ke permintaan batubara, karena yang penting bahwa produksi, dan penjualan kita sesuaikan dengan kebutuhan di pasar," pungkasnya.
"Kebutuhan di India malah meningkat. Itu kan menyusul pemadaman separuh India ya. Itu juga menggambarkan bahwa tingkat kebutuhan mereka itu meningkat," kata Direktur Utama PT BA Milawarman kepada wartawan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (27/8/2012)
Dia belum dapat menyebutkan secara pasti angka kenaikan ekspor tersebut. Namun tambahan batubara, menurutnya akan diambil dari ekspor ke China Selatan yang diketahui sudah menurun.
"China selatan memang menurun karena industri di mereka dan ekonomi sedang menurun," jelasnya.
Sehingga, pembagian distribusi batu bara masih tetap terbagi atas 65 persen domestik dan 35 persen ekspor. Ekspor tambahan ke India pun juga lebih pada spot, bukan 80 persen kontrak yang sudah ada.
Terkait produksi, Mulawarman mengaku tidak memiliki target yang terlalu berlebihan. Produksi akan disesuaikan dengan permintaan.
"Yang penting sekarang kita ke permintaan batubara, karena yang penting bahwa produksi, dan penjualan kita sesuaikan dengan kebutuhan di pasar," pungkasnya.
(and)