Kelayakan MRT Bandung diuji
Rabu, 29 Agustus 2012 - 09:16 WIB
Kelayakan MRT Bandung diuji
A
A
A
Sindonews.com – Mass rapid transit (MRT) yang menghubungkan kawasan Bandung Utara dan Selatan memasuki tahap studi kelayakan. Kemarin, dilakukan penandatanganan joint operation agreement (JOA) pra-feasibility study(FS) atau prastudi kelayakan antara Panghegar Group dengan China National Machinery Import and Export Corporation (CMC) sebagai penyelenggara pra-FS MRT Bandung.
Direktur Utama Panghegar Group Cecep Rukmana menjelaskan,pra-FS akan menguji kelayakan MRT tahap pertama yakni rute yang menghubungkan Dago-Pasirluyu, Bandung Selatan sepanjang 12 km.
Untuk membangun rute itu diperkirakan membutuhkan waktu 3-5 tahun dan menelan biaya sebesar Rp4 triliun. Pra- FS diharapkan selesai pada 2013.Anggaran pra-FS diperkirakan sebesar Rp100 miliar. “Jadi, kita belum tahu kapan ground breaking, ini baru pra- FS semoga feasible,”ujarnya setelah penandatanganan JOA di sela-sela acara Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition (IIICE) di Jakarta, kemarin.
Sebelumnya Panghegar Group pernah melakukan pra- FS dengan sejumlah investor asing seperti Malaysia dan Kanada untuk menggarap MRT Bandung. Namun, hasilnya tidak feasible karena terlalu mahal dan tidak cukup menyediakan daya angkut yang besar. “Kami dengan CMC sudah siap dengan pembiayaan dan teknologinya,” ucapnya.
Menurut dia,setelah proyek pembangunan MRT tahap pertama selesai,tahap kedua akan dilakukan secepatnya. Tahap tersebut menggarap rute Soreang- Cimahi. Keberadaan MRT di kawasan tersebut diharapkan mengurai kemacetan.
“Saat ini Soreang menjadi kawasan Bandung yang paling macet karena menyambungkan kota pendidikan di Jatinangor sampai Cimahi,”ujar Cecep. Wali Kota Bandung Dada Rosada mengungkapkan, MRT di Bandung sudah menjadi kebutuhan akibat kemacetan yang terus meningkat. Dia berharap Bandung bisa menjadi pilot project bagi pembangunan MRT di kota lain, termasuk Jakarta yang tengah berencana membangun MRT dengan menggandeng investor Jepang.
Dalam pembangunan nanti, Pemkot tetap menekankan pentingnya tata ruang kota, kondisi sosial, dan lingkungan hidup. Mengenai kapasitas daya angkut MRT, nantinya akan memiliki 12 gerbong sehingga bisa mengangkut kurang lebih 600 orang setiap kali jalan.Dengan begitu, persoalan kemacetan bisa diselesaikan. Vice President CMC Zhao Jun mengaku senang bisa bekerja sama dalam proyek MRT Bandung. Kota Bandung merupakan kota yang sangat penting dan memiliki kenangan mendalam bagi warga China.“Kami bangga bisa membuat proyek ini menjadi nyata,”ucapnya.
Selain dihadiri penyelenggara pra-FS dan Wali Kota Bandung Dada Rosada,hadir dalam penandatanganan yakni Menteri Koordinator Bidang PerekonomianHattaRajasa. Hattayang merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) berharap proyek MRT bisa diwujudkan karena Bandung sudah mengalami kemacetan cukup parah,terutama akhir pekan.
Komisi C DPRD Kota Bandung meragukan MRT di Kota Bandung bakal terealisasi. Mereka menyarankan adanya pembenahan agar moda transportasi di Bandunglebihbaiklagi.
Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Ahmad Kuncoroningrat mengatakan, untuk menjalankan Trans Metro Bandung (TMB) yang sudah ada saja,Pemkot kesulitan. “Apalagi untuk menjalankan MRT yang tingkat kesulitannya di atas TMB,”ujarnya. Menurut dia, membangun MRT tidak mudah. Jika akan dibangun di atas tanah,berarti harus ada pembebasan lahan.
“Sementara membebaskan lahan bukan hal yang mudah.Kalaupun akan dibangun di bawah tanah,tentunya juga membutuhkan teknologi yang tinggi,” ucapnya. Sementara itu,Wali Kota Bandung Dada Rosada absen dalam agenda pemberian keterangan sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Kota Bandung,kemarin. Dada ber-halangan hadir karena harus menandatangani perjanjian MRT di Jakarta.
Direktur Utama Panghegar Group Cecep Rukmana menjelaskan,pra-FS akan menguji kelayakan MRT tahap pertama yakni rute yang menghubungkan Dago-Pasirluyu, Bandung Selatan sepanjang 12 km.
Untuk membangun rute itu diperkirakan membutuhkan waktu 3-5 tahun dan menelan biaya sebesar Rp4 triliun. Pra- FS diharapkan selesai pada 2013.Anggaran pra-FS diperkirakan sebesar Rp100 miliar. “Jadi, kita belum tahu kapan ground breaking, ini baru pra- FS semoga feasible,”ujarnya setelah penandatanganan JOA di sela-sela acara Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition (IIICE) di Jakarta, kemarin.
Sebelumnya Panghegar Group pernah melakukan pra- FS dengan sejumlah investor asing seperti Malaysia dan Kanada untuk menggarap MRT Bandung. Namun, hasilnya tidak feasible karena terlalu mahal dan tidak cukup menyediakan daya angkut yang besar. “Kami dengan CMC sudah siap dengan pembiayaan dan teknologinya,” ucapnya.
Menurut dia,setelah proyek pembangunan MRT tahap pertama selesai,tahap kedua akan dilakukan secepatnya. Tahap tersebut menggarap rute Soreang- Cimahi. Keberadaan MRT di kawasan tersebut diharapkan mengurai kemacetan.
“Saat ini Soreang menjadi kawasan Bandung yang paling macet karena menyambungkan kota pendidikan di Jatinangor sampai Cimahi,”ujar Cecep. Wali Kota Bandung Dada Rosada mengungkapkan, MRT di Bandung sudah menjadi kebutuhan akibat kemacetan yang terus meningkat. Dia berharap Bandung bisa menjadi pilot project bagi pembangunan MRT di kota lain, termasuk Jakarta yang tengah berencana membangun MRT dengan menggandeng investor Jepang.
Dalam pembangunan nanti, Pemkot tetap menekankan pentingnya tata ruang kota, kondisi sosial, dan lingkungan hidup. Mengenai kapasitas daya angkut MRT, nantinya akan memiliki 12 gerbong sehingga bisa mengangkut kurang lebih 600 orang setiap kali jalan.Dengan begitu, persoalan kemacetan bisa diselesaikan. Vice President CMC Zhao Jun mengaku senang bisa bekerja sama dalam proyek MRT Bandung. Kota Bandung merupakan kota yang sangat penting dan memiliki kenangan mendalam bagi warga China.“Kami bangga bisa membuat proyek ini menjadi nyata,”ucapnya.
Selain dihadiri penyelenggara pra-FS dan Wali Kota Bandung Dada Rosada,hadir dalam penandatanganan yakni Menteri Koordinator Bidang PerekonomianHattaRajasa. Hattayang merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) berharap proyek MRT bisa diwujudkan karena Bandung sudah mengalami kemacetan cukup parah,terutama akhir pekan.
Komisi C DPRD Kota Bandung meragukan MRT di Kota Bandung bakal terealisasi. Mereka menyarankan adanya pembenahan agar moda transportasi di Bandunglebihbaiklagi.
Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Ahmad Kuncoroningrat mengatakan, untuk menjalankan Trans Metro Bandung (TMB) yang sudah ada saja,Pemkot kesulitan. “Apalagi untuk menjalankan MRT yang tingkat kesulitannya di atas TMB,”ujarnya. Menurut dia, membangun MRT tidak mudah. Jika akan dibangun di atas tanah,berarti harus ada pembebasan lahan.
“Sementara membebaskan lahan bukan hal yang mudah.Kalaupun akan dibangun di bawah tanah,tentunya juga membutuhkan teknologi yang tinggi,” ucapnya. Sementara itu,Wali Kota Bandung Dada Rosada absen dalam agenda pemberian keterangan sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Kota Bandung,kemarin. Dada ber-halangan hadir karena harus menandatangani perjanjian MRT di Jakarta.
(and)
Lihat Juga :