2012, Ekspor solo melambung
Sabtu, 01 September 2012 - 15:14 WIB
2012, Ekspor solo melambung
A
A
A
Sindonews.com - Melonjaknya ekspor komoditas unggulan menyebabkan nilai ekspor Kota Solo melambung pada Juli 2012. Komoditas unggulan yang ekspornya naik itu adalah batik, mebel kayu, serta tekstil dan produk tekstil (TPT).
“Jika dibandingkan dengan bulan Juni memang ada kenaikan signifikan mencapai 49%,” ujar Kasi Perdagangan Luar Negeri Disperindag Kota Solo Endang Kurnia Maharani kemarin.
Berdasarkan Surat Keterangan Asal (SKA) Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Solo,volume ekspor Juli mencapai 540.312,51 kg dengan nilai USD4.112.172,91. Jumlah itu naik jika dibandingkan Juni yang hanya 337.774,52 kg senilai USD2.758.729,60.
Kenaikan nilai ekspor secara umum didukung oleh tiga komoditas unggulan, yakni batik yang naik 202.537,99 kg (59,9%) senilai USD1.353.443,31, mebel kayu 57.302,55 kg (113,9%) senilaiUSD187.181,16(164,7%). Begitu juga dengan TPT yang kenaikannya mencapai 56.574,32kg (60,1%) senilai USD577.199,63 (35,4%).
Selain tiga komoditas unggulan tersebut, kenaikan juga didukung oleh sejumlah komoditas lain. Masing-masing untuk kantong plastik yang naik 32.846,4 kg (41,6%) senilai USD44.171,84 (33%) dan komoditas mebel rotan yang naik 27.635,96 kg (111,9%) senilai USD45.290,96 (86,7%). Ketua Asosiasi Permebelan dan Kerajinan (Asmindo) Solo David R Wijaya mengakui adanya kenaikan ekspor untuk mebel dan juga kerajinan. Menurutnya, kenaikan tersebut sifatnya masih fluktuatif karena setiap bulan selalu terjadi naik turun nilai ekspor.(dna)
“Jika dibandingkan dengan bulan Juni memang ada kenaikan signifikan mencapai 49%,” ujar Kasi Perdagangan Luar Negeri Disperindag Kota Solo Endang Kurnia Maharani kemarin.
Berdasarkan Surat Keterangan Asal (SKA) Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Solo,volume ekspor Juli mencapai 540.312,51 kg dengan nilai USD4.112.172,91. Jumlah itu naik jika dibandingkan Juni yang hanya 337.774,52 kg senilai USD2.758.729,60.
Kenaikan nilai ekspor secara umum didukung oleh tiga komoditas unggulan, yakni batik yang naik 202.537,99 kg (59,9%) senilai USD1.353.443,31, mebel kayu 57.302,55 kg (113,9%) senilaiUSD187.181,16(164,7%). Begitu juga dengan TPT yang kenaikannya mencapai 56.574,32kg (60,1%) senilai USD577.199,63 (35,4%).
Selain tiga komoditas unggulan tersebut, kenaikan juga didukung oleh sejumlah komoditas lain. Masing-masing untuk kantong plastik yang naik 32.846,4 kg (41,6%) senilai USD44.171,84 (33%) dan komoditas mebel rotan yang naik 27.635,96 kg (111,9%) senilai USD45.290,96 (86,7%). Ketua Asosiasi Permebelan dan Kerajinan (Asmindo) Solo David R Wijaya mengakui adanya kenaikan ekspor untuk mebel dan juga kerajinan. Menurutnya, kenaikan tersebut sifatnya masih fluktuatif karena setiap bulan selalu terjadi naik turun nilai ekspor.(dna)
(gpr)