Silk Air buka rute Singapura-Myanmar

Kamis, 06 September 2012 - 06:00 WIB
Silk Air buka rute Singapura-Myanmar
Silk Air buka rute Singapura-Myanmar
A A A
Sindonews.com - Maskapai penerbangan berbiaya hemat asal Singapura, Silk Air, mulai 28 Oktober 2012 mendatang akan membuka rute penerbangan terbaru dari Bandara Changi, Singapura, menuju Bandara Yangon, Myanmar.

Chairman Silk Air, Mak Swee Wah mengatakan alasan anak perusahaan Singapore Airlines tersebut membidik rute penerbangan ke kota terbesar di Myanmar ini karena banyaknya permintaan penerbangan menuju Yangon. Selain itu, saat ini banyak wisatawan mancanegera yang berminat untuk mengunjungi kota Yangon.

“Permintaan perjalanan menuju Myanmar telah berkembang pesat baik untuk perjalanan bisnis maupun wisata, dan Singapore Airlines melalui Silk Air bermaksud melayani rute tersebut untuk pertama kalinya,” kata Mak dalam keterangan rilis yang diterima Sindonews di Jakarta, Rabu (5/9/2012).

Dia menjelaskan, untuk mengakomodir pertumbuhan permintaan perjalanan ke Myanmar, maka, lanjut dia, Silk Air akan melayani penerbangan ke Yangon sebanyak 16 kali per minggu.

Sebagai informasi, Silk Air akan mengoperasikan 16 penerbangan per minggu menuju Yangon dengan menggunakan pesawat berlorong tunggal Airbus A320. Singapore Airlines akan mengambil alih tujuh dari jumlah penerbangan tersebut dengan mengoperasikan pesawat berbadan lebar Boeing 777-200 dengan kapasitas 323 tempat duduk.

"Sehingga dengan demikian akan meningkatkan kapasitas tempat duduk per minggu sebesar 55 persen," tambah Mak yang juga menjabat sebagai Executive Vice President Commercial Singapore Airlines.

Meskipun demikian, kata dia, perusahaannya secara konsisten mencari peluang pasar baru dan peluncuran layanan penerbangan ke Yangon ini. Penerbangan ini juga masih bergantung pada persetujuan pemerintah setempat.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kerja Sama Mendukung...
Kerja Sama Mendukung Pertumbuhan Industri Penerbangan Helikopter di Indonesia
Tekad Pelaku Industri...
Tekad Pelaku Industri Penerbangan Non-Airline Pasca Asian Sky Forum 2024
Software Autocad Hadirkan...
Software Autocad Hadirkan Teknologi Peta 3D untuk Penerbangan
Kapan Bisnis Penerbangan...
Kapan Bisnis Penerbangan Pulih? Ini Proyeksi Moody's
Industri Penerbangan...
Industri Penerbangan RI Diramal Masih Sempoyongan Tahun Ini
Ini Alasan Mengapa Jendela...
Ini Alasan Mengapa Jendela Pesawat Memiliki Bentuk Oval
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
8 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
8 jam yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
9 jam yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
9 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
9 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
10 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved