BKF: Kesejahteraan rakyat dimulai dari menaikkan TDL
Kamis, 06 September 2012 - 12:44 WIB
BKF: Kesejahteraan rakyat dimulai dari menaikkan TDL
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementrian Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengklaim pengurangan subsidi listrik merupakan salah satu upaya nyata pemerintah untuk memastikan subsidi kepada kelompok masyarakat yang tepat.
"Jadi harus ada upaya memperbaiki subsidi dari tahun ke tahun. Kita mulai dengan listrik, mengurangi subsidi listrik dengan memperbaiki harga," kata Bambang saat dijumpai wartawan di Hotel Grand Mahakam Jakarta, Kamis (6/9/2012).
Dengan adanya pengurangan subsidi listrik tersebut, Bambang menambahkan, pemerintah akan mampu menjaga kesehatan serta kestabilan fiskal nasional. Sehingga pengalokasian anggaran belanja dapat lebih difokuskan untuk sektor infrastruktur.
"Ide menaikan tarif listrik itu dengan menaikan 15 persen kan ada save (anggaran subsidi yang diamankan) Rp12 triliun yang dipakai sebagian untuk infrastruktur nantinya. Jadi, dana infrastruktur tidak hanya dari menambah utang," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, kenaikan harga listrik secara bertahap itu berlaku untuk konsumen industri maupun rumah tangga.
Kenaikan harga listrik sampai 15 persen yang akan dilaksanakan pemerintah tahun ini akan dapat mengurangi beban pemerintah sehingga bisa mendorong pembangunan infrastruktur di Indonesia.
"Akan dilakukan secara bertahap, misalnya dalam setiap catur wulan atau satu kuartal naiknya empat persen, kata Wacik usai mengisi Konferensi Rapimprov Kadin Bali di Gedung Bank Indonesia (BI), Denpasar, Senin 3 September 2012.
"Jadi harus ada upaya memperbaiki subsidi dari tahun ke tahun. Kita mulai dengan listrik, mengurangi subsidi listrik dengan memperbaiki harga," kata Bambang saat dijumpai wartawan di Hotel Grand Mahakam Jakarta, Kamis (6/9/2012).
Dengan adanya pengurangan subsidi listrik tersebut, Bambang menambahkan, pemerintah akan mampu menjaga kesehatan serta kestabilan fiskal nasional. Sehingga pengalokasian anggaran belanja dapat lebih difokuskan untuk sektor infrastruktur.
"Ide menaikan tarif listrik itu dengan menaikan 15 persen kan ada save (anggaran subsidi yang diamankan) Rp12 triliun yang dipakai sebagian untuk infrastruktur nantinya. Jadi, dana infrastruktur tidak hanya dari menambah utang," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, kenaikan harga listrik secara bertahap itu berlaku untuk konsumen industri maupun rumah tangga.
Kenaikan harga listrik sampai 15 persen yang akan dilaksanakan pemerintah tahun ini akan dapat mengurangi beban pemerintah sehingga bisa mendorong pembangunan infrastruktur di Indonesia.
"Akan dilakukan secara bertahap, misalnya dalam setiap catur wulan atau satu kuartal naiknya empat persen, kata Wacik usai mengisi Konferensi Rapimprov Kadin Bali di Gedung Bank Indonesia (BI), Denpasar, Senin 3 September 2012.
(gpr)
Lihat Juga :