Birokrasi dan korupsi masih jadi rapor merah
Kamis, 06 September 2012 - 15:40 WIB
Birokrasi dan korupsi masih jadi rapor merah
A
A
A
Sindonews.com - Terus menurunnya peringkat daya saing Indonesia berdasarkan survei yang dilakukan World Economic Forum (WEF) harusnya menjadi cambuk bagi Indonesia. Apalagi, instrumen penilaian terus saja menunjukkan penurunan pada komponen yang sama bagi Indonesia.
Seolah tidak belajar dari pengalaman, dua dari tiga indikator utama penilaian yakni masalah Birokrasi dan Pemberantasan Korupsi Nasional masih saja muncul sebagai rapor merah bagi pertumbuhan daya saing ekonomi Indonesia tahun ini.
Dikonfirmasi mengenai perihal tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana membenarkan komponen tersebut selalu muncul sebagai rapor merah.
"Nah, ini memang kan list-nya muncul lagi. List yang selalu muncul itu adalah pemberantasan korupsi, birokrasi, dan infrastruktur. Infrastruktur alhamdulillah sudah mulai membaik. Tapi yang dua (pemberantasan korupsi dan birokrasi) belum, mudah-mudahan nyusul (ikut membaik)," ungkap Armida di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (6/9/2012).
Armida berkilah, untuk memperbaiki nilai rapor merah tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar. "Ya kenapa muncul terus, karena ini memang persoalan penyelesaian jangka panjang. Diberesinnya kan gak bisa satu tahun selesai," kilahnya.
Dirinya mengungkapkan, Pemerintah tidak tinggal diam dalam merespon permasalahan tersebut. Hanya saja, langkah perbaikan tersebut mungkin tidak akan langsung terasa saat ini juga, melainkan baru terasa setelah dua atau tiga tahun ke depan. "Jadi mungkin terasanya di daya saing ya barang kali tahun ini nggak. Tapi saya rasa dua atau tiga tahun lagi akan terasa," harapnya.
Seolah tidak belajar dari pengalaman, dua dari tiga indikator utama penilaian yakni masalah Birokrasi dan Pemberantasan Korupsi Nasional masih saja muncul sebagai rapor merah bagi pertumbuhan daya saing ekonomi Indonesia tahun ini.
Dikonfirmasi mengenai perihal tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana membenarkan komponen tersebut selalu muncul sebagai rapor merah.
"Nah, ini memang kan list-nya muncul lagi. List yang selalu muncul itu adalah pemberantasan korupsi, birokrasi, dan infrastruktur. Infrastruktur alhamdulillah sudah mulai membaik. Tapi yang dua (pemberantasan korupsi dan birokrasi) belum, mudah-mudahan nyusul (ikut membaik)," ungkap Armida di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (6/9/2012).
Armida berkilah, untuk memperbaiki nilai rapor merah tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar. "Ya kenapa muncul terus, karena ini memang persoalan penyelesaian jangka panjang. Diberesinnya kan gak bisa satu tahun selesai," kilahnya.
Dirinya mengungkapkan, Pemerintah tidak tinggal diam dalam merespon permasalahan tersebut. Hanya saja, langkah perbaikan tersebut mungkin tidak akan langsung terasa saat ini juga, melainkan baru terasa setelah dua atau tiga tahun ke depan. "Jadi mungkin terasanya di daya saing ya barang kali tahun ini nggak. Tapi saya rasa dua atau tiga tahun lagi akan terasa," harapnya.
(gpr)
Lihat Juga :