Pertumbuhan daerah lambat, daya saing RI terpuruk
Kamis, 06 September 2012 - 15:41 WIB
Pertumbuhan daerah lambat, daya saing RI terpuruk
A
A
A
Sindonews.com - Menteri PPN/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana memandang perlu ada kesinambungan pembangunan agar penilaian peningkatan daya saing nasional dapat merepresentasikan kinerja pemerintah secara lebih nyata.
Pasalnya, kata Armida, saat ini penilaian yang dilakukan oleh para penyelenggara survei, umumnya lebih banyak menggunakan potret atau gambaran pertumbuhan daerah. Padahal, menurutnya, penilaian tersebut tidak bisa digunakan sebagai dasar penilaian terhadap kinerja Pemerintah Pusat.
"Kalau ada survei daya saing (salah satunya World Economic Forum/WEF), itu tidak semata-mata potret hanya Pemerintah Pusat. Banyak bagian yang besar adalah justru yang dipotret dari kinerja di daerah. Kayak birokrasi dan penanganan korupsi," ujar Armida di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (6/9/2012).
Untuk itu, lanjut Armida, perlu ada kesinambungan pembangunan antara daerah dengan pusat. Faktor belum meratanya pembangunan infrastruktur di daerah-daerah di Indonesia juga harus mendapat perhatian, mengingat kontribusinya yang sangat besar dalam penilaian survei daya saing Indonesia setiap tahunnya.
"Infrastruktur juga kan ada yang di nasional ada yang di daerah. Kalau pun infrastruktur nasionalnya membaik tapi kalau daerahnya belum kan munculnya juga jelek. Jadi rendah ranking kita," tukasnya.
Pasalnya, kata Armida, saat ini penilaian yang dilakukan oleh para penyelenggara survei, umumnya lebih banyak menggunakan potret atau gambaran pertumbuhan daerah. Padahal, menurutnya, penilaian tersebut tidak bisa digunakan sebagai dasar penilaian terhadap kinerja Pemerintah Pusat.
"Kalau ada survei daya saing (salah satunya World Economic Forum/WEF), itu tidak semata-mata potret hanya Pemerintah Pusat. Banyak bagian yang besar adalah justru yang dipotret dari kinerja di daerah. Kayak birokrasi dan penanganan korupsi," ujar Armida di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (6/9/2012).
Untuk itu, lanjut Armida, perlu ada kesinambungan pembangunan antara daerah dengan pusat. Faktor belum meratanya pembangunan infrastruktur di daerah-daerah di Indonesia juga harus mendapat perhatian, mengingat kontribusinya yang sangat besar dalam penilaian survei daya saing Indonesia setiap tahunnya.
"Infrastruktur juga kan ada yang di nasional ada yang di daerah. Kalau pun infrastruktur nasionalnya membaik tapi kalau daerahnya belum kan munculnya juga jelek. Jadi rendah ranking kita," tukasnya.
(gpr)
Lihat Juga :