PTBA setor penyertaan Rp1,6 T untuk perusahaan patungannya
Sabtu, 08 September 2012 - 10:03 WIB
PTBA setor penyertaan Rp1,6 T untuk perusahaan patungannya
A
A
A
Sindonews.com – Perusahaan patungan (joint venture company/ JVC) milik PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bersama dengan China Huadian Hongkong Company Limited bernama PT Huadian Bukit Asam Power telah terbentuk.
Adapun total nilai penyertaan PTBA ke JVC mencapai USD178,98 juta atau setara Rp1,62 triliun. Direktur Utama PTBA Milawarma mengatakan, penandatanganan perjanjian pembentukan usaha patungan (joint venture agreement) antara perseroan dan China Huadian sudah dilakukan pada 5 September 2012.
“Tujuan perusahaan patungan adalah menjalankan usaha dalam bidang pembangkitan dan penyediaan tenaga listrik,” katanya dalam rilisnya di Jakarta kemarin.
Dia mengungkapkan, JVC ini akan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 2x620 megawatt (mw) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan (Sumsel) senilai USD1,59 miliar atau setara Rp14,31 triliun dengan asumsi USD1 adalah Rp9.000. Dana tersebut akan dibiayai dari modal sendiri sebesar 25 persen dan sisanya 75 persen yang sebelumnya diharapkan komitmen dari China Development Bank (CDB).
Adapun pembiayaan dengan modal internal JVC sebesar USD397,73 juta atau setara Rp3,58 triliun, yang wajib disetorkan seluruh pemegang saham JVC sesuai dengan persentase kepemilikan dalam JVC. Milawarma menjelaskan, perusahaan tambang batu bara pelat merah tersebut akan melakukan penyertaan dengan total mencapai USD178,98 juta atau setara Rp1,62 triliun yang dilakukan secara bertahap ke JVC. Pada tahap awal perseroan akan melakukan penyertaan sebesar USD2,25 juta.
“Nilai ini proporsional terhadap kepemilikan saham perseroan pada JVC sebesar 45 persen,” ujarnya. Sedangkan dengan kepemilikan saham China Huadian di JVC mencapai 55 persen, total penyertaan yang dilakukan mencapai USD218,75 juta atau setara Rp1,97 triliun. Untuk melakukan penyertaan perseroan pada JVC, lanjut dia, PTBA akan menggunakan kas internal. Jumlah ekuitas perseroan per akhir tahun lalu sebesar Rp8,165 triliun.
Dengan demikian, nilai penyertaan perseroan dalam JVC untuk proyek PLTU berkapasitas 2x620 mw sebesar 19,88 persen dari nilai ekuitas perseroan per akhir tahun lalu. Konstruksi PLTU akan dilakukan pada tahun depan dan beroperasi secara komersial pada 2016. Di samping itu, perseroan, JVC, dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam waktu dekat juga akan melakukan penandatanganan perjanjian pasokan batu bara kepada JVC sebanyak 5,4 juta ton per tahun dalam jangka waktu 25 tahun. Listrik yang dihasilkan JVC akan dijual ke PLN.
“Rencananya, listrik yang dihasilkan akan disalurkan ke sistem listrik Sumatera dan Jawa,”tandas dia. (mai)
Adapun total nilai penyertaan PTBA ke JVC mencapai USD178,98 juta atau setara Rp1,62 triliun. Direktur Utama PTBA Milawarma mengatakan, penandatanganan perjanjian pembentukan usaha patungan (joint venture agreement) antara perseroan dan China Huadian sudah dilakukan pada 5 September 2012.
“Tujuan perusahaan patungan adalah menjalankan usaha dalam bidang pembangkitan dan penyediaan tenaga listrik,” katanya dalam rilisnya di Jakarta kemarin.
Dia mengungkapkan, JVC ini akan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 2x620 megawatt (mw) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan (Sumsel) senilai USD1,59 miliar atau setara Rp14,31 triliun dengan asumsi USD1 adalah Rp9.000. Dana tersebut akan dibiayai dari modal sendiri sebesar 25 persen dan sisanya 75 persen yang sebelumnya diharapkan komitmen dari China Development Bank (CDB).
Adapun pembiayaan dengan modal internal JVC sebesar USD397,73 juta atau setara Rp3,58 triliun, yang wajib disetorkan seluruh pemegang saham JVC sesuai dengan persentase kepemilikan dalam JVC. Milawarma menjelaskan, perusahaan tambang batu bara pelat merah tersebut akan melakukan penyertaan dengan total mencapai USD178,98 juta atau setara Rp1,62 triliun yang dilakukan secara bertahap ke JVC. Pada tahap awal perseroan akan melakukan penyertaan sebesar USD2,25 juta.
“Nilai ini proporsional terhadap kepemilikan saham perseroan pada JVC sebesar 45 persen,” ujarnya. Sedangkan dengan kepemilikan saham China Huadian di JVC mencapai 55 persen, total penyertaan yang dilakukan mencapai USD218,75 juta atau setara Rp1,97 triliun. Untuk melakukan penyertaan perseroan pada JVC, lanjut dia, PTBA akan menggunakan kas internal. Jumlah ekuitas perseroan per akhir tahun lalu sebesar Rp8,165 triliun.
Dengan demikian, nilai penyertaan perseroan dalam JVC untuk proyek PLTU berkapasitas 2x620 mw sebesar 19,88 persen dari nilai ekuitas perseroan per akhir tahun lalu. Konstruksi PLTU akan dilakukan pada tahun depan dan beroperasi secara komersial pada 2016. Di samping itu, perseroan, JVC, dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam waktu dekat juga akan melakukan penandatanganan perjanjian pasokan batu bara kepada JVC sebanyak 5,4 juta ton per tahun dalam jangka waktu 25 tahun. Listrik yang dihasilkan JVC akan dijual ke PLN.
“Rencananya, listrik yang dihasilkan akan disalurkan ke sistem listrik Sumatera dan Jawa,”tandas dia. (mai)
(gpr)
Lihat Juga :