IDB biayai 6 proyek Bappenas
Sabtu, 08 September 2012 - 13:00 WIB
IDB biayai 6 proyek Bappenas
A
A
A
Sindonews.com - Islamic Development Bank (IDB) akan membiayai enam proyek yang meliputi bidang pendidikan dan infrastruktur pada 2013 yang tahun ini diusulkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) senilai USD3,3 miliar (sekitar Rp29,7 triliun).
Enam proyek tersebut adalah proyek sanitasi masyarakat, proyek integrated community driven development tahap III, pengembangan dan upgrade tujuh universitas dalam meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan di Indonesia, proyek revitalisasi pusat pelatihan kejuruan, proyek Java- Bali 500 kv power transmission crossing, dan proyek regional road development tahap II.
Direktur Pendanaan Luar Negeri Multilateral Bappenas RM Dewo Joko Broto Putranto mengatakan, program-program tersebut merupakan kerangka kerja sama antara IDB dan pemerintah untuk jangka menengah pada sektor prioritas.“ Total dana alokasi sebesar USD3,3 miliar, dengan alokasi terbesar pada swasta yaitu 34,7 persen, lalu disusul infrastruktur dengan besaran 26,3 persen, dan pendidikan sebesar 19,8 persen,” ungkapnya di Jakarta kemarin.
Selain itu, IDB juga akan mengalokasikan dana untuk sektor agrikultur dan pembangunan pedesaan sebesar 17,5 persen dari pinjaman. Indikasi awal pendanaan, kata Dewo, sebesar USD3,3 miliar dengan dana yang sudah dikomitmenkan sebesar USD720 juta. Dewo menambahkan, masih ada sisa alokasi dana senilai USD2,575 miliar yang akan dimanfaatkan pada sektor swasta, infrastruktur, dan pembiayaan syariah.
Deputi Pendanaan Pembangunan Bappenas Wismana Adi Suryabrata mengatakan, kegiatan yang akan dilaksanakan sebagian besar di bidang pendidikan terutama pada tujuh universitas konvensional dan empat universitas Islam di Indonesia.
“Kalau melihat pengalaman dulu,pengembangan di berbagai IAIN sekarang menjadi UIN itu, kapasitasnya menjadi baik.Tidak hanya dari gedung, tapi kapasitas belajar-mengajarnya. Yang pendidikan itu akan ekspansi ke situ, tujuh universitas dan ada empat IAIN,”pungkasnya. (mai)
Enam proyek tersebut adalah proyek sanitasi masyarakat, proyek integrated community driven development tahap III, pengembangan dan upgrade tujuh universitas dalam meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan di Indonesia, proyek revitalisasi pusat pelatihan kejuruan, proyek Java- Bali 500 kv power transmission crossing, dan proyek regional road development tahap II.
Direktur Pendanaan Luar Negeri Multilateral Bappenas RM Dewo Joko Broto Putranto mengatakan, program-program tersebut merupakan kerangka kerja sama antara IDB dan pemerintah untuk jangka menengah pada sektor prioritas.“ Total dana alokasi sebesar USD3,3 miliar, dengan alokasi terbesar pada swasta yaitu 34,7 persen, lalu disusul infrastruktur dengan besaran 26,3 persen, dan pendidikan sebesar 19,8 persen,” ungkapnya di Jakarta kemarin.
Selain itu, IDB juga akan mengalokasikan dana untuk sektor agrikultur dan pembangunan pedesaan sebesar 17,5 persen dari pinjaman. Indikasi awal pendanaan, kata Dewo, sebesar USD3,3 miliar dengan dana yang sudah dikomitmenkan sebesar USD720 juta. Dewo menambahkan, masih ada sisa alokasi dana senilai USD2,575 miliar yang akan dimanfaatkan pada sektor swasta, infrastruktur, dan pembiayaan syariah.
Deputi Pendanaan Pembangunan Bappenas Wismana Adi Suryabrata mengatakan, kegiatan yang akan dilaksanakan sebagian besar di bidang pendidikan terutama pada tujuh universitas konvensional dan empat universitas Islam di Indonesia.
“Kalau melihat pengalaman dulu,pengembangan di berbagai IAIN sekarang menjadi UIN itu, kapasitasnya menjadi baik.Tidak hanya dari gedung, tapi kapasitas belajar-mengajarnya. Yang pendidikan itu akan ekspansi ke situ, tujuh universitas dan ada empat IAIN,”pungkasnya. (mai)
(gpr)
Lihat Juga :