Beri 4 juta KL Premium atau Jakarta tenggak Pertamax

Selasa, 11 September 2012 - 16:50 WIB
Beri 4 juta KL Premium...
Beri 4 juta KL Premium atau Jakarta tenggak Pertamax
A A A
Sindonews.com - DKI Jakarta dipastikan kehabisan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium pada 15 September mendatang. Berhubung penambahan kuota belum disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, maka warga Jakarta harus siap menggunakan Pertamax untuk kendaraannya.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengaku pemerintah tidak punya pilihan lain. "Solusi paling benar tapi paling ribet tunggu saja 4 juta Kiloliter (KL) disetujui. Lalu kondisi lain membiarkan si Jakarta meminum Pertamax. Tidak ada pilihan," ucapnya di Jakarta, Selasa (11/9/2012).

Rudi juga menilai tidak ada kesalahan pemerintah dalam hal ini, apalagi jika melanggar undang-undang. Karena menurutnya, PT Pertamina (persero) sebagai distributor masih menyediakan minyak, walaupun dengan jenis Pertamax. "Kami tidak langgar UU karena pemerintah masih siapkan bahan bakar, tapi Pertamax," ucapnya.

Alternatif lain, lanjut Rudi, bisa dengan peminjaman uang untuk membeli premium sebesar 500 KL sambil menunggu proses dengan DPR selesai. "Tapi itu kan kondisinya akan sama seperti tahun lalu," ujarnya.

Rudi menegaskan, cara ini nantinya akan dipermasalahkan oleh DPR. "Ini cukup untuk nunggu DPR. Tapi kan ini opsi terkahir yang paling tidak mungkin. Pilihan ini tidak ada yang enak," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
Kasus Penyalahgunaan...
Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Bareskrim: Pelaku Tampung dari Sejumlah SPBU
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Tinggal Tersisa 4 Juta Kiloliter
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Butuh Tambahan 6 Juta KL hingga Akhir 2022
Solar Subsidi di Natuna...
Solar Subsidi di Natuna Dinikmati Masyarakat Menengah ke Atas, Pengawasan Pertamina Dinilai Lemah
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
7 menit yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
14 menit yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
1 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
1 jam yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
2 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
2 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved