Cadev Agustus capai USD109 miliar
Kamis, 13 September 2012 - 15:49 WIB
Cadev Agustus capai USD109 miliar
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa (cadev) terhitung akhir Agustus 2012 mencapai USD109 miliar atau setara dengan 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini diketahui meningkat, walaupun hanya sedikit dibanding bulan lalu.
"Jumlah cadev di akhir Agustus sedikit meningkat dibandingkan posisi akhir bulan sebelumnya," kata Direktur Eksekutif BI, Dody Budi Waluyo di Gedung BI, Jakarta, Kamis (13/9/2012).
Sementara itu, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III-2012 diperkirakan mengalami perbaikan. Defisit transaksi berjalan diperkirakan akan lebih rendah dari triwulan II. Hal itu terindikasi dari mulai membaiknya neraca perdagangan pada bulan Juli 2012. "Tapi ini NPI mesti tetap perlu diwaspadai," tegasnya.
Di sisi lain, defisit transaksi berjalan dapat diimbangi oleh surplus transaksi modal dan finansial yang diprakirakan meningkat, terutama FDI. Menurutnya, ini menunjukkan kepercayaan investor yang tinggi terhadap perekonomian Indonesia.
"Ke depan, kondisi NPI diharapkan semakin baik dengan ekspektasi bahwa kondisi perekonomian global dan harga komoditas ekspor akan membaik serta didukung oleh respon kebijakan yang efektif," paparnya.
"Jumlah cadev di akhir Agustus sedikit meningkat dibandingkan posisi akhir bulan sebelumnya," kata Direktur Eksekutif BI, Dody Budi Waluyo di Gedung BI, Jakarta, Kamis (13/9/2012).
Sementara itu, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III-2012 diperkirakan mengalami perbaikan. Defisit transaksi berjalan diperkirakan akan lebih rendah dari triwulan II. Hal itu terindikasi dari mulai membaiknya neraca perdagangan pada bulan Juli 2012. "Tapi ini NPI mesti tetap perlu diwaspadai," tegasnya.
Di sisi lain, defisit transaksi berjalan dapat diimbangi oleh surplus transaksi modal dan finansial yang diprakirakan meningkat, terutama FDI. Menurutnya, ini menunjukkan kepercayaan investor yang tinggi terhadap perekonomian Indonesia.
"Ke depan, kondisi NPI diharapkan semakin baik dengan ekspektasi bahwa kondisi perekonomian global dan harga komoditas ekspor akan membaik serta didukung oleh respon kebijakan yang efektif," paparnya.
(gpr)
Lihat Juga :