Infrastruktur Jakarta dibenahi

Jum'at, 14 September 2012 - 11:59 WIB
Infrastruktur Jakarta...
Infrastruktur Jakarta dibenahi
A A A
Sindonews.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan pembenahan infrastruktur, terutama jalan, di Ibu Kota Jakarta menyongsong pelaksanaan ASEAN Economic Community (AEC) 2015.

“Salah satunya adalah pembangunan jalan tol sepanjang 2,7 kilometer,dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok untuk mendukung kegiatan ekspor- impor Indonesia,” kata Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Investasi Kementerian PU Setiabudi Albamar seusai diskusi bertema Infrastruktur dan Transportasi Jakarta 2025 di Jakarta, kemarin.

Pembangunan jalan tol tersebut dimaksudkan untuk mengatasi kemacetan dan memberikan kemudahan sejumlah transportasi dalam mencapai pelabuhan serta Terminal Peti Kemas di Tanjung Priok. Tak hanya itu,guna mengantisipasi kelebihan kapasitas di Pelabuhan Tanjung Priok karena arus barang yang keluar dan masuk ke Indonesia akan bertambah pada 2015, fasilitas dry port pun telah disiapkan di Cikarang, Jawa Barat.

Selain itu juga diupayakan pembangunan Pelabuhan North Kalibaru di Jakarta oleh PT Pelindo. Kementerian PU, lanjut Setiabudi, juga mendorong pembangunan fasilitas jalan baik jaringan jalan tol maupun jalan arteri dan flyover. Setiap tahun, kata dia,sekitar 45–55 persen anggaran Kementerian PU dikucurkan untuk pembangunan jalan.

Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Transportasi,Perdagangan, dan Industri Sutanto Suhodho mengakui,rasio perbandingan ketersediaan panjang jalan dengan luas kota di Ibu Kota baru mencapai 6,2 persen. Sutanto mengatakan, luas wilayah daratan Jakarta sekitar 661 kilometer persegi namun harus menanggung jumlah penduduk sebanyak 9,6 juta di siang hari dan 12 juta pada malam hari.

“Angka ini jauh dari ideal, jika dibandingkan dengan Singapura yang mempunyai luas daratan hampir sama dengan DKI Jakarta namun memiliki rasio jalan mencapai 12 persen,” kata Sutanto.

Setiabudi menambahkan, dengan kondisi yang tak seimbang itu, Kementerian PU mengkhawatirkan kemacetan parah akan terjadi di Jakarta pada 2014 karena jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan di ibu kota.“Pada 2014 jika tidak ada pembenahan sistem transportasi Jakarta, maka lalu lintas akan stuck,”cetusnya. Menurut Setiabudi, panjang jalan yang ada di Jakarta hingga saat ini adalah sekitar 7.208 kilometer.

Sedangkan kebutuhan akan jalan di Jakarta hingga 2012 sekitar 12.000 kilometer. Itu berarti jalan yang tersedia saat ini baru memenuhi 60 persen kebutuhan. Tingginya jumlah penduduk dan pengguna kendaraan pribadi juga mengakibatkan jumlah perjalanan rata-rata masyarakat DKI Jakarta mencapai 20 juta per harinya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kata Sutanto, dibutuhkan pembebasan lahan untuk jalan kira-kira seluas kawasan Monas.Begitu pun,lanjutnya baru akan ada penambahan rasio panjang jalan dengan luas Jakarta sekitar 1 persen saja.

Menurut dia, pemerintah daerah tetap terus berusaha untuk mencapai angka ideal jalan, namun hal tersebut masih sulit karena terus bertambahnya jumlah kendaraan. “Tercatat penambahan volume mobil sebanyak rata-rata 300 unit per hari,sedangkan volume sepeda motor bertambah 1.000 unit setiap hari,”tuturnya.

Sebagai upaya penyelesaian, kata dia, ada tiga hal yang dilakukan yakni, peningkatan rasio jalan dengan membangun jalan layang, membangun transportasi umum dan konektivitas dan perlu adanya konsistensi pembiayaan pembangunan jaringan jalan secara berkesinambungan. (mai)
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Warga Lebak Banten Protes...
Warga Lebak Banten Protes Pembangunan Jembatan Lambat
Proyek Infrastruktur...
Proyek Infrastruktur Digencarkan dengan Terobosan Pembiayaan
TelkomGroup Berhasil...
TelkomGroup Berhasil Rampungkan Infrastruktur di Sumatra
Pembiayaan Infrastruktur...
Pembiayaan Infrastruktur Turun
Sarana Multi Infrastruktur...
Sarana Multi Infrastruktur Resmikan Fasilitas MCK Untuk Warga Desa Konga, NTT
BUMN Ini Tertarik Jajaki...
BUMN Ini Tertarik Jajaki Kerja Sama dengan Turki Bidang Infrastruktur
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
5 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
6 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
6 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
6 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
7 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
7 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved