Dana Bansos Rp16 M diap dicairkan

Selasa, 18 September 2012 - 11:51 WIB
Dana Bansos Rp16 M diap...
Dana Bansos Rp16 M diap dicairkan
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Cirebon segera mencairkan alokasi dana bantuan sosial (bansos) 2012 sebesar Rp16 miliar dalam waktu dekat. Alokasi dana bansos yang sudah dianggarkan dalam APBD murni tahun anggaran 2012 itu diperuntukkan bagi calon penerima calon lokasi (CPCL).

Anggota Badan Anggaran (Banggar) yang juga Ketua Komisi B Ahmad Azrul Juniarto mengatakan, pencairan dana bansos sebesar Rp16 miliar merupakan alokasi anggaran yang sudah diajukan dalam APBD murni. Menurut dia, dana bansos yang diajukan tersebut sebesar Rp26 miliar. Namun, berdasarkan besaran sebagaimana hasil verifikasi hanya Rp16 miliar yang disetujui.

“Bansos yang ada di perubahan APBD 2012 ini merupakan bansos yang sudah ada dalam keputusan Wali Kota mengenai CPCL. Memang, dari rencana Rp26 miliar pada APBD murni, hanya Rp16 miliar yang dianggarkan dalam perubahan APBD, ini sesuai dengan keputusan Wali Kota Cirebon mengenai CPCL tersebut,” kata dia.

Dia menyebutkan, selisih Rp10 miliar dana bansos itu sendiri selanjutnya diarahkan untuk belanja lain pada perubahan APBD 2012.

Terutama untuk belanja langsung yang porsinya terutama disebar pada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (DPUPESDM), Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD), Sekretariat Daerah (Setda), Sekretariat Dewan (Setwan), dan kelurahan-kelurahan.

Namun begitu, proses pencairan dana bansos sendiri baru bisa dilakukan setelah melalui tahap evaluasi Gubernur.

Disinggung mengenai kriteria penerima bansos, dia meyakinkan, permohonan yang dikabulkan benar-benar sesuai kebutuhan yang bersangkutan dan mendesak. “Semua diatur dalam Perwali Bansos, kemudian disurvei oleh tim dari OPD terkait dan dikeluarkanlah rekomendasi kelayakannya,” tegas dia.

Terpisah, anggota DPRD dari Fraksi Golkar Andi Riyanto Lie menyatakan, dalam perubahan APBD 2012 hanya ada pengalokasian untuk bansos, dan tidak ada hibah.

Dia menyebutkan, bansos hanya diberikan untuk mereka yang menghadapi risiko atau kerawanan sosial, seperti bencana alam, rutilahu, juga beasiswa. “Sementara hibah diberikan untuk modal, baik itu modal kerja, organisasi, maupun kepada kelompok. Realisasi dana bansos sendiri diharapkan secepatnya setelah pengesahan perubahan APBD 2012,” tandas dia. (dna)
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi Jawa Barat Melambat,...
Ekonomi Jawa Barat Melambat, PPKM Jadi Penyebabnya
Ekonomi Jabar Anjlok,...
Ekonomi Jabar Anjlok, Ridwan Kamil Minta Belanja Rutin Dimaksimalkan
Jawa Barat Diharapkan...
Jawa Barat Diharapkan Jadi Motor Pemulihan Ekonomi Nasional
Pulihkan Ekonomi Warga...
Pulihkan Ekonomi Warga Jawa Barat melalui JaFest 2021
Ekonomi Jawa Barat Melambat,...
Ekonomi Jawa Barat Melambat, Ini Kata Kepala BI
Pemerintah Cabut Izin...
Pemerintah Cabut Izin Operasional 58 Perusahaan di Jawa Barat
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
9 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
9 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
9 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
10 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
10 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
10 jam yang lalu
Infografis
Daftar Anggaran yang...
Daftar Anggaran yang Dipangkas Prabowo, Tak Sentuh Bansos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved