Pembangunan diarahkan ke Bandung Timur
Selasa, 18 September 2012 - 12:01 WIB
Pembangunan diarahkan ke Bandung Timur
A
A
A
Sindonews.com - Guna menyiasati sesaknya aktivitas sosial-ekonomi di tengah Kota Bandung, dalam beberapa tahun ke depan pembangunan bakal diarahkan ke kawasan timur.
Pemkot Bandung tengah mempersiapkan segala perencanaan untuk pembangunan ke arah Bandung, salah satunya dengan membangun Terminal Terpadu Gedebage.
Sekretaris Daerah Edi Siswadi menuturkan, proyek terminal tersebut sebagai solusi mengatasi kepadatan lalu lintas, terutama untuk memadukan berbagai moda transportasi dalam satu kawasan secara efektif.
“Sudah saatnya Kota Bandung memiliki sarana pelayanan transportasi massal yang baik, terutama pada hari-hari libur dan saat meningkatnya kunjunganwisatawandiakhirpekan yang memperparah kemacetan kota,” ungkap Edi saat membuka Lokakarya Kajian Awal Prastudi Kelayakan Pembangunan Terminal Terpadu Gedebage di Hotel Horison, kemarin.
Tidak hanya penyediaan sarana angkutan massal yang bisa mengangkut orang dan barang secara maksimal, tetapi juga harus didukung ketersediaan terminal yang dapat mengatur arus kendaraan umum secara efisien pula. Dari data yang ada, secara faktual Kota Bandung memiliki panjang total jalan baru mencapai 1.236, 48 kil-ometer atau 4,9 persen dari total luas wilayah. Kondisi itu, menurut Edi, masih jauh dari proporsi ideal yang berkisar antara 15-20%.
Begitu pula jumlah kendaraan bermotor hingga tahun 2010 mencapai 1,2 juta, terdiri atas 859.411 kendaraan roda dua dan 356.714 kendaraan bermotor roda empat atau lebih. Belum lagi tingkat pertumbuhan sejak 2003 hingga tahun 2010 sebesar 11%. “Kepadatan juga terjadi oleh arus keluar-masuk ke Kota Bandung dengan rata-rata masuk melalui pintu tol tahun 2011 sebanyak 15.572 per hari dan kendaraan yang keluar melalui pintu yang sama mencapai 12.466 per hari,” ujar Edi.(dna)
Pemkot Bandung tengah mempersiapkan segala perencanaan untuk pembangunan ke arah Bandung, salah satunya dengan membangun Terminal Terpadu Gedebage.
Sekretaris Daerah Edi Siswadi menuturkan, proyek terminal tersebut sebagai solusi mengatasi kepadatan lalu lintas, terutama untuk memadukan berbagai moda transportasi dalam satu kawasan secara efektif.
“Sudah saatnya Kota Bandung memiliki sarana pelayanan transportasi massal yang baik, terutama pada hari-hari libur dan saat meningkatnya kunjunganwisatawandiakhirpekan yang memperparah kemacetan kota,” ungkap Edi saat membuka Lokakarya Kajian Awal Prastudi Kelayakan Pembangunan Terminal Terpadu Gedebage di Hotel Horison, kemarin.
Tidak hanya penyediaan sarana angkutan massal yang bisa mengangkut orang dan barang secara maksimal, tetapi juga harus didukung ketersediaan terminal yang dapat mengatur arus kendaraan umum secara efisien pula. Dari data yang ada, secara faktual Kota Bandung memiliki panjang total jalan baru mencapai 1.236, 48 kil-ometer atau 4,9 persen dari total luas wilayah. Kondisi itu, menurut Edi, masih jauh dari proporsi ideal yang berkisar antara 15-20%.
Begitu pula jumlah kendaraan bermotor hingga tahun 2010 mencapai 1,2 juta, terdiri atas 859.411 kendaraan roda dua dan 356.714 kendaraan bermotor roda empat atau lebih. Belum lagi tingkat pertumbuhan sejak 2003 hingga tahun 2010 sebesar 11%. “Kepadatan juga terjadi oleh arus keluar-masuk ke Kota Bandung dengan rata-rata masuk melalui pintu tol tahun 2011 sebanyak 15.572 per hari dan kendaraan yang keluar melalui pintu yang sama mencapai 12.466 per hari,” ujar Edi.(dna)
(gpr)
Lihat Juga :