Revitalisasi dua pasar tradisional, Pemkot Depok gelontorkan Rp 8 Milyar

Selasa, 18 September 2012 - 15:13 WIB
Revitalisasi dua pasar...
Revitalisasi dua pasar tradisional, Pemkot Depok gelontorkan Rp 8 Milyar
A A A
Sindonews.com – Pemerintah Kota Depok tahun ini menggelontorkan Rp 8 milyar lebih untuk merevitalisasi dua buah pasar tradisional dengan tujuan mempertahankan pasar tradisional yang semakin tersudut oleh pasar-pasar modern.

Selain itu, Pemerintah Kota (pemkot) Depok juga akan melakukan pembinaan pada para pedagang agar dapat meningkatkan kenyamanan konsumen dengan menjaga kebersihan. Sekertaris Dinas Pasar dan UKM, Yusuf Sudarman mengatakan, ada dua pasar yang saat ini sedang dalam proses perbaikan yakni, pasar Sukatani dan Cisalak. Menurutnya, kondisi kedua pasar tersebut sangat memprihatinkan, sehingga akan berdampak pada daya beli masyarakat.

"Tahun ini ada dua, yakni Pasar Cisalak, dan Sukatani, terutama pasar Sukatani yang harus dilakukan perombakan total," kata Yusuf pada wartawan di Balaikota Depok, Selasa (18/9).

Sedangkan, anggaran yang disediakan oleh pemkot Depok untuk kedua pasar tersebut yakni, Rp 2,9 Miliyar untuk pasar Cisalak melalui Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) dan Rp 5,3 Miliyar untuk Sukatani melalui Anggrana Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Renovasi pasar tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun 2012, Desember selesai," kata Yusuf

Yusuf juga menyebutkan, langkah rehabilitasi ini merupakan tindakan antisipasi menghidupkan kembali minat konsumen terhadap pasar tradisional. Kemudian, nantinya Pasar Tradisional Agung Depok 2 akan menjadi pasar percontohan semi modern, sehingga asumsi masyarakat terhadap pasar tradisional yang kotor, dapat berubah dengan adanya pasar percontohan tersebut.

Saat ini Depok mempunyai 5 pasar tradisional milik pemerintah yang sebagian besar kondisinya sedang dalam perbaikan yakni, Pasar Tugu, Pasar Cisalak, Pasar Sukatani, Pasar Agung, dan Pasar Musi. Yusuf menjelaskan, proses rehabilitasi tersebut merupakan usulan dari Dinas Pasar dan UKM, berdasarkan hasil survey lapangan dan tanggapan masyarakat.(dna)
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi Jawa Barat Melambat,...
Ekonomi Jawa Barat Melambat, PPKM Jadi Penyebabnya
Ekonomi Jabar Anjlok,...
Ekonomi Jabar Anjlok, Ridwan Kamil Minta Belanja Rutin Dimaksimalkan
Jawa Barat Diharapkan...
Jawa Barat Diharapkan Jadi Motor Pemulihan Ekonomi Nasional
Pulihkan Ekonomi Warga...
Pulihkan Ekonomi Warga Jawa Barat melalui JaFest 2021
Ekonomi Jawa Barat Melambat,...
Ekonomi Jawa Barat Melambat, Ini Kata Kepala BI
Pemerintah Cabut Izin...
Pemerintah Cabut Izin Operasional 58 Perusahaan di Jawa Barat
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
7 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
8 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
8 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
9 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
9 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
9 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved