Membebani, subsidi energi terus dikaji

Rabu, 19 September 2012 - 10:10 WIB
Membebani, subsidi energi...
Membebani, subsidi energi terus dikaji
A A A
Sindonews.com – Pemerintah akan mengkaji efektivitas pemberian subsidi energi. Sebab, subsidi yang tidak tepat sasaran akan menjadi beban bagi anggaran pemerintah.

“Subsidi itu perlu,cuma jangan subsidi yang tidak tepat sasaran. Itu harus ada framework besarnya, subsidi yang tepat sasaran delivery-nya bagaimana,” ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana di Jakarta kemarin.

Untuk itu, kata dia, pemerintah saat ini sedang merumuskan kembali efektivitas pemberian subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik agar benar-benar dapat dimanfaatkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurut dia, Bappenas sedang menyiapkan skema ataupun model agar pemberian subsidi dapat tersalurkan secara maksimal dan dana yang tidak terpakai untuk subsidi dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat.

“Ruang kajian itu harus dibuka. Dari Bappenas yang kita siapkan adalah bagaimana semacam subsidi yang tepat sasaran, delivery mekanisme dan sebaliknya dana-dana yang tidak tepat sasaran itu sebaiknya untuk apa,”katanya.

Selain itu,pemerintah terus menyiapkan berbagai alternatif lain seperti penggunaan energi ramah lingkungan dan memperbaiki layanan transportasi umum agar masyarakat memiliki opsi lain dan tidak bergantung pada BBM bersubsidi.

Sebelumnya, dalam rapat kerja dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik Senin (17/9) malam, Komisi VII DPR menyetujui penambahan kuota BBM bersubsidi tahun 2012 sebesar 4,04 juta kiloliter (kl). Dengan tambahan kuota tersebut, maka kuota BBM bersubsidi 2012 yang sebelumnya 40 juta kl menjadi 44,04 juta kl.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo mengatakan, kebutuhan dana subsidi untuk tambahan 4,04 juta kiloliter adalah sekitar Rp16 triliun, dengan asumsi besaran subsidi sebesar Rp4.000 per liter.Kuota 44,04 juta kl terdiri dari premium 27,84 juta kl atau meningkat 3,43 juta kl dibandingkan kuota APBN Perubahan 2012 sebesar 24,41 juta kl dan solar 15 juta kl atau naik 1,11 juta kl dari 13,89 juta kiloliter. Selain menyetujui penambahan kuota, DPR menyetujui pembayaran overkuota BBM bersubsidi pada 2011.Pemerintah masih belum membayar kelebihan penyaluran BBM bersubsidi sebanyak 1,76 juta kl pada 2011 senilai Rp7,92 triliun.

Evita menambahkan, pemerintah juga akan fokus terhadap penghematan BBM bersubsidi. Terkait dengan itu, sistem pengalokasian ke setiap daerah pengguna BBM bersubsidi akan dipaparkan ke DPR seiring penambahan kuota BBM bersubsidi yang telah disetujui. “Semacam penjatahan tapi masih dalam pembicaraan, jika ada kuota jebol agar bisa ditekan, tidak jauh-jauh dari kuota yang telah ditetapkan,” kata dia.

Sementara,pengamat energi Kurtubi berpendapat,sistem kuota BBM bersubsidi sebaiknya dihapuskan. Pasalnya, setiap tahunnya pemerintah membatasi konsumsi BBM bersubsidi melalui kuota yang tertera dalam APBN, namun kerap direvisi karena realisasi konsumsi melebihi kuota yang ditetapkan.Ketetapan kuota, tegas dia, cenderung tidak realistis karena lebih kecil dari kebutuhan nyata masyarakat. Sebagai konsekuensinya, dia menyarankan agar harga BBM bersubsidi dinaikkan dengan besaran yang telah disebutsebut sebelumnya yakni Rp1.500 atau menjadi Rp6.000 per liter.

“Kalau ada kuota, otomatis subsidi membengkak. Dalam konteks itu saya berpendapat lebih baik menaikkan harga daripada BBM dibatasi, daripada rakyat dipaksa beli pertamax,” cetusnya. (mai)
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sekolah dengan Teknologi...
Sekolah dengan Teknologi Energi Terbarukan di Tasmania
Transisi Me­nu­ju...
Transisi Me­nu­ju Era Energi Bersih Men­dekati Kenyataan
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Kebijakan Penerapan Subsidi Energi
Pemerintah Masih Mengkaji...
Pemerintah Masih Mengkaji Skema Penyaluran Subsidi Energi
Keren, Sekam Padi yang...
Keren, Sekam Padi yang Selama Ini Terbuang Ternyata Bisa Jadi Sumber Listrik
Energi Nuklir Jadi Solusi...
Energi Nuklir Jadi Solusi Data Center yang Rakus Energi!
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
9 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
9 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
9 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
10 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
10 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
10 jam yang lalu
Infografis
Menanti Skema Terkini...
Menanti Skema Terkini Penyaluran Bahan Bakar Minyak Subsidi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved