BUMN ajukan kembali izin proyek di DKI

Sabtu, 22 September 2012 - 12:30 WIB
BUMN ajukan kembali...
BUMN ajukan kembali izin proyek di DKI
A A A
Sindonews.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengajukan izin pembangunan infrastruktur jalan kepada Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta yang baru.

Pembangunan infrastruktur jalan yang diajukan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) DKI Jakarta tersebut terkait dengan proyek perusahaan pelat merah.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, Kementerian BUMN akan meminta izin dan dukungan kepada Pemkot DKI Jakarta untuk pembangunan infrastruktur jalan yang akan dibangun, dengan melibatkan sejumlah perusahaan pelat merah. “Kami akan ajukan setelah pelaksanaan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI yang baru,” kata dia di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan, sejumlah proyek pembangunan infrastruktur jalan yang akan diminta izinnya kepada Pemkot DKI, yakni proyek PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR),dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) persero. Proyek dari ADHI berupa pembangunan monorel. Menurut Dahlan, pemegang saham dan perseroan akan menyempurnakan ide awal pembangunan MRT tersebut sebelum diajukan kepada pemerintah daerah.

“Kami akan sempurnakan ide awal dan kita propose lagi supaya tiang-tiang beton yang mangkrak bisa dibangun kembali. Kita tidak minta uang ke negara, tinggal izinnya saja,” tutur mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Sementara itu, KAI berinisiatif meminta Pemkot DKI Jakarta untuk membangun sebanyak 24 jalan layang dan jalan tembus (flyover dan underpass), yang dilewati kereta. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi kemacetan yang biasa terjadi di pintu perlintasan kereta. Sebagai kompensasinya, PT KAI akan mengizinkan Pemkot DKI untuk memanfaatkan tanah milik perseroan di dalam kota untuk dibangun jalan tol dalam kota.

Dahlan memaparkan, adapun proyek milik Jasa Marga berupa jalan layang dengan sistem lawan arus (contra flow) permanen sepanjang Cimanggis–Senayan.

Direktur Utama JSMR Adityawarman menuturkan, sistem contra flowtersebut dilakukan karena rasio kepadatan di jalur tersebut tidak seimbang dengan arus sebaliknya. Dengan penggunaan sistem contra flow, dia berharap bisa mengurangi kepadatan di jalur itu.

Terkait PT Hutama Karya yang akan diubah menjadi perusahaan khusus konstruksi dan operator jalan tol pelat merah, Dahlan menuturkan, pemegang saham sudah melapor ke wakil presiden, menteri keuangan dan menteri pekerjaan umum.

Selanjutnya,Kementerian BUMN akan menyampaikan ke pihak lainnya yang terkait, seperti Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). “Bahkan, Menteri PU sangat mendukung Hutama Karya menjadi perusahaan jalan tol yang tidak go public,” imbuh dia.

Hutama Karya akan difokuskan menjadi perusahaan konstruksi dan operator jalan tol, dengan saham seluruhnya dimiliki pemerintah. Dengan sepenuhnya dimiliki pemerintah maka pemerintah bisa membiayai pembangunan proyek Hutama Karya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Srikandi BUMN Hadirkan...
Srikandi BUMN Hadirkan Lingkungan Kerja yang Inklusif
Kekecewaan Jokowi pada...
Kekecewaan Jokowi pada Sejumlah BUMN Sakit, Direspons DPP Pekat IB dengan Aduan ke KPK
Diskusi Mencari Sosok...
Diskusi Mencari Sosok yang Tepat Membangkitkan BUMN
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Erick Thohir Bakal Tutup...
Erick Thohir Bakal Tutup 7 Perusahaan BUMN yang Tak Beroperasi
Berita Terkini
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
5 menit yang lalu
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
48 menit yang lalu
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
1 jam yang lalu
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
11 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
11 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved