Gubernur Jabar sepelekan kenaikan tarif KRL
Minggu, 23 September 2012 - 18:48 WIB
Gubernur Jabar sepelekan kenaikan tarif KRL
A
A
A
Sindonews.com - Rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) menaikkan tarif tiket Kereta Rel Listrik (KRL) commuter line sebesar Rp2 ribu mulai 1 Oktober 2012 mendatang, mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Gubernur yang kerap dipanggil Aher ini menilai, kenaikan tarif KRL yang akan segera diberlakukan PT KAI tersebut hanyalah masalah kecil yang bisa diatasi.
“Perkara kecil sebenarnya. Asalkan sarana dan sistem transportasinya dibenahi saya kira itu enggak jadi masalah,” ujar Aher dalam tinjauannya ke stasiun Depok Baru, Minggu (23/09/12).
Masalah yang dihadapi warga Jawa Barat yakni banyaknya warga lima kabupaten dan kota yakni Bogor, Depok, dan Bekasi bekerja mencari nafkah di Jakarta. Karena itu, kata Aher, masalah macet hanya bisa diandalkan dengan mengoptimalisasikan sistem perkeretaapian.
“Umumnya yang dikeluhkan masyarakat adalah sarana dan prasarana serta kurangnya armada kereta api. Semoga nantinya program gubernur Jakarta terpilih masalah ini bisa diatasi," ujarnya.
Pemprov Jawa Barat siap mendukung dan bekerja sama dengan PT KAI dan Pemprov Jakarta untuk membenahi kemacetan. "Karena warga Jawa Barat banyak yang mengandalkan kereta api sebagai transportasi yang dianggap paling cepat,” tandas Aher.(dna)
Gubernur yang kerap dipanggil Aher ini menilai, kenaikan tarif KRL yang akan segera diberlakukan PT KAI tersebut hanyalah masalah kecil yang bisa diatasi.
“Perkara kecil sebenarnya. Asalkan sarana dan sistem transportasinya dibenahi saya kira itu enggak jadi masalah,” ujar Aher dalam tinjauannya ke stasiun Depok Baru, Minggu (23/09/12).
Masalah yang dihadapi warga Jawa Barat yakni banyaknya warga lima kabupaten dan kota yakni Bogor, Depok, dan Bekasi bekerja mencari nafkah di Jakarta. Karena itu, kata Aher, masalah macet hanya bisa diandalkan dengan mengoptimalisasikan sistem perkeretaapian.
“Umumnya yang dikeluhkan masyarakat adalah sarana dan prasarana serta kurangnya armada kereta api. Semoga nantinya program gubernur Jakarta terpilih masalah ini bisa diatasi," ujarnya.
Pemprov Jawa Barat siap mendukung dan bekerja sama dengan PT KAI dan Pemprov Jakarta untuk membenahi kemacetan. "Karena warga Jawa Barat banyak yang mengandalkan kereta api sebagai transportasi yang dianggap paling cepat,” tandas Aher.(dna)
(gpr)
Lihat Juga :