Coal dan CPO diprediksi naik 30%

Senin, 24 September 2012 - 12:08 WIB
Coal dan CPO diprediksi...
Coal dan CPO diprediksi naik 30%
A A A
Sindonews.com - Quantitative Easing Tahap Ketiga (QE3) yang dikeluarkan Bank Central Amerika diperkirakan akan memulai pengaruhnya. Terutama untuk beberapa komoditas dunia. Coal dan Crude Palm Oil (CPO) merupakan dua komoditas yang diprediksi harganya menguat 30 persen.

"Jika dibandingkan dengan QE1 dan QE2 yang pernah dikeluarkan beberapa waktu lalu, QE3 ini kemungkinan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia," ujar Head of Indonesia Research for Invesment and Analysis Citi Bank Indonesia, Ferry Wong di Jakarta, Senin (24/9/2012).

Lanjutnya, pengaruh QE3 bisa saja meningkatkan kembali kinerja ekspor Indonesia walaupun neraca perdagangan tetap defisit. Dia menjelaskan, neraca perdagangan saat ini merupakan permasalahan utama yang dihadapi perekonomian Indonesia.

Menurutnya, hingga akhir tahun neraca perdagangan masih berpotensi defisit tetapi agak sedikit berkurang karena harga komoditas sudah naik karena pengaruh QE3.

"Neraca perdagangan kita masih aman, karena belum di atas 3 persen, kalau sudah melebihi 3 persen itu baru gawat. Tetapi kalau saya boleh kilas balik, kita pernah defisit parah tahun 1998, tetapi setelah itu positif, dan defisit lagi tahun 2008, kalau masalah defisit itu tidak stabil," jelasnya.

Dibalik masalah defisit yang terjadi di Indonesia, dia menegaskan ada sesuatu hal yang menarik yaitu impor capital good atau raw material semakin meningkat sehingga menyebabkan sektor manufaktur Indonesia berkembang pesat. Namun, pengaruh sektor manufaktur yang meningkat membuat penyerapan tenaga kerja juga semakin meningkat.

"Sektor manufaktur naik pada kisaran 50 persen, karena disamping FDI meningkat di sektor manufaktur, tenaga kerja juga meningkat, karena pabrik-pabrik butuh tenaga kerja baru," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
5 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
8 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
8 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved