KCJ klaim penumpang mampu bayar kenaikan tarif
Senin, 24 September 2012 - 18:23 WIB
KCJ klaim penumpang mampu bayar kenaikan tarif
A
A
A
Sindonews.com - PT Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) menyebutkan protes terkait kenaikan tarif pekan depan harus jelas. Karena berdasarkan konstribusi selama ini tidak sedikit juga manfaat yang diberikan.
Direktur Operasi PT KCJ Apriyono mengatakan jika dikatakan banyak yang tidak setuju ataupun dengan keluhan lain, angkanya dapat tersajikan.
"Kata banyak dan sedikit harus kita jelas siapa saja. kita dari empat tahun lalu. Satu orang yang protes tetap kita akan perhatikan. Tahun 2009 kita tanya, apa yang dikeluhkan, kita coba untuk menyelesaikan," ucapnya di Jakarta, Senin (24/9/2012).
Sementara itu Direktur Keuangan KCJ, Tri Handoyo menambahkan, terkait konsumen, sebenarnya sudah bekerjasama dengan lembaga riset Universitas Indonesia. Pada riset itu diteliti kesediaan konsumen berkorban untuk fasilitas pelayanan.
Dari segi keselamatan penumpang kereta diberi skor 4 dari 10 (skor tertinggi). Sedangkan untuk ruang tunggu hanya dipersepsikan 3,76 dari 10. "Jadi kalau sampai skor 6 saja itu sudah cukup bagus. Kita percaya pelayanan masih jauh dari sempurna, tapi ini faktanya," tambahnya.
Pada sisi harga, dia menuturkan dari hasil riset konsumen untuk Bogor-Jakarta mampu membayar Rp8.724. Sehingga cukup mendekati dari tarif yang akan dipatok Rp9.000. Kemudian untuk Depok-Jakarta survei mencatat masyarakat mampu membeli tiket seharga Rp8.929. Padahal tarif akan menjadi Rp8.000.
Rute Bekasi-Jakarta menurut survei Rp8.132 dari usulan tarif Rp8.500. Parungpanjang-Jakarta Rp7.841 dengan usulan tarif Rp8.000. Sementara Tanggerang-Jakarta Rp7.120 di bawah usulan tarif Rp7.500. "UI menyarankan untuk naik 20 persen. Jadi itu persepsinya. Dan kita mengambil langkah di bawah itu," ucap Tri.
Direktur Operasi PT KCJ Apriyono mengatakan jika dikatakan banyak yang tidak setuju ataupun dengan keluhan lain, angkanya dapat tersajikan.
"Kata banyak dan sedikit harus kita jelas siapa saja. kita dari empat tahun lalu. Satu orang yang protes tetap kita akan perhatikan. Tahun 2009 kita tanya, apa yang dikeluhkan, kita coba untuk menyelesaikan," ucapnya di Jakarta, Senin (24/9/2012).
Sementara itu Direktur Keuangan KCJ, Tri Handoyo menambahkan, terkait konsumen, sebenarnya sudah bekerjasama dengan lembaga riset Universitas Indonesia. Pada riset itu diteliti kesediaan konsumen berkorban untuk fasilitas pelayanan.
Dari segi keselamatan penumpang kereta diberi skor 4 dari 10 (skor tertinggi). Sedangkan untuk ruang tunggu hanya dipersepsikan 3,76 dari 10. "Jadi kalau sampai skor 6 saja itu sudah cukup bagus. Kita percaya pelayanan masih jauh dari sempurna, tapi ini faktanya," tambahnya.
Pada sisi harga, dia menuturkan dari hasil riset konsumen untuk Bogor-Jakarta mampu membayar Rp8.724. Sehingga cukup mendekati dari tarif yang akan dipatok Rp9.000. Kemudian untuk Depok-Jakarta survei mencatat masyarakat mampu membeli tiket seharga Rp8.929. Padahal tarif akan menjadi Rp8.000.
Rute Bekasi-Jakarta menurut survei Rp8.132 dari usulan tarif Rp8.500. Parungpanjang-Jakarta Rp7.841 dengan usulan tarif Rp8.000. Sementara Tanggerang-Jakarta Rp7.120 di bawah usulan tarif Rp7.500. "UI menyarankan untuk naik 20 persen. Jadi itu persepsinya. Dan kita mengambil langkah di bawah itu," ucap Tri.
(gpr)
Lihat Juga :